Skip to main content

Santai Nongkrongin Tim T JKT48

Selasa, 18 Agustus 2018 adalah kali kedua Gwe dateng ke pertunjukannya JKT48. Cerita tentang pengalaman pertama Gwe nonton JKT48 dua tahun yang lalu ada di tulisan ini.

Kebetulan lagi ada tugas kantor di Jakarta, ada waktu luang selesai kegiatan, Gwe manfaatin aja untuk ke JKT48 Theater di f(x) Sudirman. Hiburan lain kayak bioskop, cafe dan semacamnya ada juga di Semarang. Jadi ngapain Gwe dateng ke tempat serupa di ibukota. Mending cari yang nggak ada.
.
Kalau pada pengalaman pertama dulu Gwe datang hari Minggu dan harus ngantri panjang, kali ini Gwe dateng hari Selasa. Harapannya sih karena bukan Weekend, enggak crowded. Gwe dateng telat karena selesai kegiatan menjelang Maghrib, baru nyampe hotel jam 18, makan dulu, sholat, beres-beres, sehingga Gwe nyampai teater jam setengah delapan malem, dari yang mestinya batas masuknya jam 19:00.
.
Nyampe di teater, acara jelas udah dimulai, tapi ternyata loket masih buka. Jadi Gwe bisa beli tiket on the spot, tanpa harus mengikuti sistem Bingo. Namun sayangnya ga boleh langsung masuk petugas. Penonton yang dateng ga sesuai jadwal bisa masuk pas sesi MC. Gwe dibilangin sama cowok kuliahan penggemar yang lagi nongkrong di luaran. Dia nampak sudah pengalaman. Dia pun cerita kalau lagi bosen abis kuliah mampir ke sini, daripada cuman di kos maen hape. Jadi Gwe pun nunggu lama sampai sekitar setengah jam baru bisa masuk. Ternyata maksudnya sesi MC itu pas para anggota JKT48 yang manggung lagi ngobrol.
.
Terus terang Gwe ga ngefans khusus sama salah satu personil JKT48 ataupun timnya. Jadi random aja, menyesuaikan jadwal show yang tersedia. Pas Gwe dateng yang tampil adalah “Tim T” dengan tema “Dewi Theater”, dan.. Gwe sama sekali ga tau siapa aja personilnya. Sebodo amat, yang penting mereka asyik, cantik dan menarik.
.
Karena masih banyak kursi kosong, jadilah Gwe ambil salah satu. Buat Gwe lebih nyaman nonton sambil duduk, kecuali kalau pengin ikut nge-dance. Gwe perhatiin penonton rata-rata cowok, ada juga bapak-bapak yang usianya di atas Gwe. Lalu di belakang agak samping ada tempat khusus penonton yang ada pembatasnya. Gwe baru tahu kemudian kalau itu kursi VIP. Lalu di bagian paling belakang ruangan, ada sejumlah petugas visualisasi dengan laptop, rata-rata Mac. Kemudian ada sejumlah laki-laki bertampang sangar berkaos hitam, yang Gwe duga adalah para petugas security di sejumlah titik di sudut-sudut ruangan.
.
Seperti pertunjukkan teater lainnya, suasana gelap. Sejumlah spotlight dan lampu warna-warni nampak menggantung di langit-langit. Lalu seperti pengalaman nonton sebelumnya, di sini para personil JKT48  juga tampil bernyanyi (atau lipsync) dan menari dipercantik dengan visualisasi sebagai background, beberapa kali ganti kostum, serta diselingi ngobrol dan becanda. Beberapa menit sebelum jam 9, mereka “ngumpet” di belakang panggung. Setelah para fans berseru “ankoru” alias “encore” alias minta tampil lagi, para personil JKT48 pun muncul dengan lebih enerjik mengenakan kostum baru. Sebelum membawakan lagu terakhir salah satu personil menyampaikan pamitan, dan sejumlah pesan seperti untuk tertib, tidak memberikan hadiah dan seterusnya.
.
Karena duduk di sisi kiri, Gwe termasuk yang awal menuju pintu keluar. Namun kami harus menunggu beberapa menit. Tentu saja para personil tim T harus memposisikan diri berderet untuk memberikan salam sampai jumpa lagi pada penonton yang hendak pulang. Begitu pintu dibuka, penonton dan idolanya langsung melakukan tos sambil berjalan cepat. Waktunya singkat sekali, kayak rombongan semut yang bertemu muka. Para penjaga mengawasi dan segera bertindak kalau ada yang kelamaan berhenti.
.
Begitu keluar, suasana Mall udah mulai sepi, namun belum tutup. Meskipun tadi sebelum Maghrib udah makan, perut ternyata mulai keroncongan lagi. Jadilah Gwe mampir untuk makan di Pepper Lunch. Keunikan di resto ini adalah, sejumlah masakan ditaruh di atas hotplate. Kali ini Gwe pesen nasi salmon dan daging sapi, lupa istilahnya apa, Gwe ga fotoin menunya.
.
Karena udah mulai ngantuk, tentu saatnya balik. Jadi Gwe siapin aplikasi ojek online. Kalau nginget-nginget perjuangan naik Gojek motor ke sini tadi, rasanya males ngemotor lagi di jalan raya ibukota. Macet padet, nyelip diantara roda 4. Duh, deg-deg syur banget ga sih. Tapi berhubung udah malem, Gwe berharap jalanan udah lumayan luang, jadi bisa lebih lancar.
.
Namun, di pintu depan, langkah Gwe terhenti. Pandangan Gwe menangkap tiga sosok cewek belia lagi jalan keluar Mall. Trus cowok-cowok yang nongkrong di cafe depan bisik-bisik, Gwe kayaknya dengar istilah “wota”. Waah, jangan-jangan ketiga cewek itu personil Tim T JKT48. Setelah Gwe perhatiin baik-baik, ternyata iya, yang dua imut dan salah satu yang tinggi yang Gwe inget banget tadi pada tampil. Tentu aja, Gwe belom apal nama-nama mereka. Gwe jepret dikit dah pake hape, walaupun gambar hasilnya gak sempurna. Sebagai artis, baju yang mereka kenakan nampak cantik dan baru, meskipun dengan gaya casual. Ketiganya masuk ke Taxi Blue Bird yang nyamperin. Belum pengin beranjak, meskipun aplikasi ojek online Gwe dah aktif, lewat lagi dua personil JKT bawa nasi kotak dan maen hape. Gwe perhatiin sekilas, tapi nggak nungguin sampai mereka dapet mobil. Ada kesempatan nyamperin, tapi sungkan. Yaudah, akhirnya Gwe pilih pulang.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sisi Lain Kebencian! Preview Kamen Rider Gavv episode 38

Episode 38 dari Kamen Rider Gavv diprediksi akan menjadi titik balik emosional dan naratif yang penting, terutama bagi karakter Hanto dan Jeep Stomach. Ketegangan tidak hanya terjadi dalam pertarungan fisik, tetapi juga konflik batin yang mengguncang identitas dan pilihan hidup para karakter utama. 🍡 Toko Manisan dan Kenangan Pahit Shouma (Chinen Hidekazu) dan rekan-rekannya mendapat misi unik dari Happy Pare : menghidupkan kembali sebuah toko manisan tradisional Jepang yang sudah lama vakum. Tampaknya ini akan menjadi selingan ringan dari konflik besar, namun justru menjadi awal dari konfrontasi emosional yang mendalam. Di toko tersebut, mereka bertemu Kenji (Yoshioka Mutsuo), seorang pengrajin wagashi berbakat… yang ternyata adalah Granute , antagonis yang selama ini diburu Hanto karena menculik ibunya. Hanto (Hino Yusuke) yang selama ini menghidupi dirinya dengan semangat balas dendam mendadak goyah, apalagi ketika melihat Kenji mendapat tempat sebagai sosok ayah kedua...

Piramida Terbalik: Cara Jitu Membuat Artikel Menarik

Sebuah artikel yang baik haruslah padat dan informatif. Bukan malah bertele-tele, berputar-putar, atau malah diulang-ulang. Padahal sejak SD, kita sudah diajarkan menulis. Namun untuk bisa membuat tulisan yang terstruktur, menarik, dan enak dibaca memang ada suatu teknik khusus. Dalam dunia kewartaan teknik tersebut dikenal dengan istilah Piramida Terbalik , yang dilengkapi dengan rumus 5W+1H dalam menulis sebuah berita. Apa sih maksudnya? Tentu saja hal ini bukan mengenai suatu bangunan antik dari negeri Mesir, tetapi istilah ini untuk menggambarkan bagaimana cara kita menulis. Kalau Anda melihat piramida, bentuknya mirip dengan segitiga. Bagian atasnya adalah puncak, makin ke bawah makin lebar. Namun kalau piramida atau segitiga ini posisinya kita balik, terlihat bahwa bagian paling atas yang lebar atau luas, terus mengecil ke bawah menjadi titik runcing. Serupa dengan bentuk segitiga terbalik tersebut, suatu artikel akan lebih terstruktur apabila di bagian awal atau ...

Membalikkan Keadaan: Master Gavv! Preview Kamen Rider Gavv episode 36

Episode 36 dari Kamen Rider Gavv menjanjikan sebuah ledakan emosi dan aksi yang memuncak ketika strategi jahat Rango (Tsukamoto Takashi) mencapai tahap baru yang mencengangkan. Dalam semalam, ia memicu insiden penghilangan massal —tanda bahwa kekacauan sudah mencapai titik kritis. Tiga pahlawan kita, Shoma (Chinen Hidekazu), Hanto (Hino Yusuke), dan Rakia (Shoji Kohei), akhirnya berhadapan langsung dengan Rango. Meski telah mengandalkan kekuatan Overgavv hasil modifikasi dengan Gochipod , mereka harus menerima kenyataan pahit: Rango masih berada jauh di atas angin. Pertempuran brutal itu berakhir dengan kekalahan telak di pihak para Rider. Namun, alih-alih patah semangat, kekalahan ini justru menjadi titik balik. Ketiganya bersiap kembali dengan strategi baru. Tapi waktu tak banyak. Rango telah memilih target berikutnya— sebuah konser live , tempat ribuan orang berkumpul, termasuk Ritsuko (Tanaka Riko), teman baik Sachika (Miyabe Nozomi). Melihat bahaya yang akan datang, Shoma m...