Menjual Destinasi Wisata dengan Cerita

Sumber: WikiMedia
Banyak diberitakan di media, kenaikan kunjungan wisatawan ke pulau Belitung sebelum dan sesudah adanya novel dan film “Laskar Pelangi” mencapai lebih dari 100%. Secara alam, pulau ini memang sudah menarik, dari lautnya yang jernih, pantainya yang indah, lalu mungkin ditambah pengelolaannya yang baik, sehingga tempat ini memiliki nilai jual. Namun keberadaan pulau Belitung tidak akan banyak dilirik orang, bila tidak dikenal atau ada yang mempopulerkannya.
.
Umumnya untuk mengenalkan suatu destinasi wisata ke luar daerahnya sendiri adalah dengan menggunakan media seperti brosur, pamflet, baliho dan yang agak kekinian: video profil. Selain itu dari pihak pemerintah daerah atau biro wisata juga bisa mengikuti expo atau pameran. Namun, wisata pantai dan wisata gunung sebenarnya adalah sesuatu yang jamak di Indonesia. Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alamnya. Nggak hanya satu wilayah saja yang punya, tersebar di berbagai tempat. Nah, kira-kira apa yang bisa menjadikan salah satu destinasi wisata dilirik dan memiliki kekhasan?
.
Mitos, legenda, sejarah atau cerita bisa menjadi salah satu daya tarik orang untuk mengunjungi suatu tempat. Contoh “Cerita” yang terjadi secara alamiah adalah yang terjadi di Arab Saudi. Sejarah dakwah Islam, titik-titik tempat ibadah bersejarah, dan ibadah umroh, menjadikan Arab Saudi dikunjungi masyarakat dari berbagai belahan dunia. Begitu juga Bali. Di negara yang mayoritas penduduknya moslem, keberadaan pulau Bali, selain dari sisi alamnya yang indah, juga memiliki banyak tempat ibadah pura, ritual keagamaan seperti tari-tarian, berbagai upacara dan bentuk lain, menjadikan tempat ini terlihat khas dan memancing orang untuk berkunjung.
.
Sumber: BeritaSatu.com
Bagaimana dengan cerita fiksi atau rekaan? Dapatkah memancing orang untuk datang ke suatu destinasi wisata? Menilik dari apa yang terjadi dengan Pulau Belitung, ”Cerita” bisa jadi salah satu cara untuk mempromosikan suatu destinasi wisata untuk menjadi sasaran kunjungan masyarakat dari luar daerah, bahkan dari luar negeri. Tentu saja, tidak semua hal di novel/film “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata ini adalah fiksi. Keberadaan PN Timah, SD Muhammadiyah, kondisi alamnya yang indah adalah nyata. Orang cenderung ingin mendapatkan pengalaman nyata dari apa yang dia baca atau tonton. Contoh lainnya adalah dengan adanya film “Ada Apa Dengan Cinta 2” orang jadi tahu tentang Gereja Ayam (aslinya adalah tempat ibadah yang menyerupai bentuk merpati) di Magelang, Cafe di Jogja, dan berbagai destinasi lain yang dimunculkan di film ini.
.
Don Kardono, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media, Kementerian Pariwisata juga menyetujui hal ini. Saat pertemuan komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jawa Tengah (Jateng) di Pasar Tinjomoyo, Semarang, Don mengungkapkan tentang cerita Hachiko, anjing yang setia menunggui majikannya di Stasiun Shibuya. Padahal majikannya itu sudah meninggal. Cerita Hachiko ini menginspirasi banyak orang tentang kesetiaan dan membuat orang tertarik mengunjungi Stasiun Shibuya. Bahkan dibuatkan patung Hachiko di tempat ini.
.
Sumber: merahputih.com
Hubungan antara novel “Laskar Pelangi” dengan kenaikan kunjungan wisata ke Pulau Belitung sebenarnya adalah sesuatu yang organik, terjadi alamiah, bukan settingan. Namun hal tersebut dapat diilmiahkan, alias dicontek polanya untuk destinasi wisata lain. Ciptakan sebuah cerita fiksi menarik, yang dikombinasikan dengan kondisi alam, budaya, dan seni dari suatu destinasi yang ingin anda angkat. Namun tentu saja, fiksi di sini tidak berarti anda harus mengarang suatu ritual peribadatan, karena hal tesebut akan menjadi isu yang sensitif. Alih-alih destinasi akan menjadi tempat yang asyik dikunjungi, malah akan menimbulkan perselisihan di masyarakat. Mengambil dari mitos atau legenda masih wajar, asal tidak yang mengarah ke hal-hal yang syirik atau menyekutukan Tuhan. Format media tidak masalah apapun bentuknya, bisa: novel, film, liputan, musik, apapun. Sosialisasikan atau promosikan lewat berbagai media, baik cetak, elektronik, online maupun media sosial. Ajak masyarakat sekitar, pemandu wisata, dan komunitas, seperti Genpi, Pokdarwis, seni dll. untuk membantu menyebarkan informasi yang sudah dibuat dan dikemas dengan baik. Selamat mencoba!

Comments

Popular posts from this blog

Tutorial Cara Menghubungkan Keyboard Musik dengan Komputer

Film Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno Bahasa Indonesia

Membantu Operasi Kaki Kucing