Posts

Showing posts from January, 2012

Temen Gaul Musik Gwe (Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik Side Story)

Image
Intro : Nggak hanya belajar musik secara formal/otodidak, Gwe juga sempet bergaul ama orang-orang di bidang musik, meskipun nggak dalam konteks belajar-mengajar. The Side Story Wahyu; Astrid A, Astrid B & Friends Jaman kuliah, Gwe lagi seneng-senengnya ama musik Jepang, baik J-Pop maupun J-Rock. Saat itu lagi happening-nya Japanese Wave (J-Wave) kayak sekarang pada demen Korean Wave (K-Wave). Sampai ada majalah yang ngebahas kebudayaan Jepang, kayak Animonster (yang masih eksis sampai sekarang), Anima, dll. Karena saat itu memang banyak anak muda yang demen budaya populer Jepang kayak manga, anime, tokusatsu, dorama Jepang dan juga musik dari negeri Sakura itu. Berbagai acara kebudayaan Jepang, kayak Bunkasai dan Pertunjukkan Musik Jepang diadakan di berbagai kampus di Semarang, seperti Undip (Universitas Diponegoro) Udinus, dan juga di tempat laen tergantung kebutuhan, kayak di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Auditorium RRI, Gedung Juang 45 (atau apa namanya Gwe lupa pasti

Ngerintis Studio Rekaman Pribadi 2

Image
  “Musical Autodidact Series” Part 3 Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya soal Ngerintis Studio Rekaman Pribadi atau “Musical Autodidact Series” Part 1.  Alat atau instrument apa aja yang sekiranya diperlukan untuk bikin studio rekaman pribadi udah pernah Gwe bahas di sini . Tulisan kali ini adalah kelanjutannya, yaitu lebih ke sejauh mana Gwe ngegunain alat yang pada tulisan sebelumnya baru pada tahap persiapan/belum lengkap; dan masalah atau keadaan yang nggak terduga setelah Gwe terjun memanfaatkan sistem Studio Rekaman Pribadi ini. Jadi, pada perkembangannya Gwe punya dua paket alat yang bisa digunakan sebagai studio rekaman pribadi. Paket 1 ada di rumah ortu, dan Paket 2 ada di tempat Gwe sehari-hari tinggal. Komponen Paket 1 (lebih lengkap/variatif) diantaranya adalah: Komputer Dekstop, Audio Interface, Keyboard Arranger, Mic Analog, Gitar Listrik, Speaker Aktif dan dilengkapi dengan software Digital Audio Workstation (DAW): Pro Tools dan FL Studio. Sedang

Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik? (Fase 3)

Image
Ini adalah tulisan sambungan dari Fase 2.. Fase 3: Saat Kerja di Semarang Sampai Sekarang Setelah SK (Surat Keputusan) Alih Tugas Gwe keluar pada pertengahan Februari 2011, berarti Gwe udah bisa pindah kerja ke Semarang. Namun karena masih dibutuhkan di Jakarta maka secara resminya Gwe baru aktif ada di Semarang pada Mei 2011. Langkah pertama begitu Gwe alih tugas adalah nyari tempat les keyboard yang baru. Karena udah kadung belajar di franchise Yamaha dan biar nggak ngulang dari awal lagi, maka Gwe nyari sekolah mana di Semarang yang make kurikulum yang sama, dan akhirnya Gwe nemu Sekolah Musik Stanwood , Semarang. Di Stanwood Gwe diajar ama miss Sheila . Miss Sheila ini sebenernya seumuran ama Gwe, ya lebih senior dia dikit beberapa bulan, tapi secara skill jauh di atas Gwe. Karena kurikulum Yamaha baru, Gwe seolah harus mulai belajar lagi dari awal. Sebelumnya sih sama mas Doyok udah masuk Buku 1, dan dengan miss Sheila gwe tinggal nerusin aja. Ujian Buku 1 udah Gwe jalanin Se

Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik? (Fase 2)

Image
Ini adalah tulisan sambungan dari Fase 1.. Fase 2: Saat Kerja di Jakarta Pada masa istirahat itu, dari jaman kuliah sampe mulai kerja tetap di Jakarta, hobi kreatif yang Gwe jalanin adalah nulis fiksi. Sampai Gwe nulis blog ini, ada 3 buku yang udah terbit. Hanya saja Gwe ngerasa kurang berhasil di dunia penerbitan ( but don’t worry , suatu ketika Gwe bakal come back buat bikin buku fiksi lagi). Karena itu mulai ada keinginan untuk kembali mempelajari musik, sampe-sampe waktu itu Gwe mulai beli berbagai macam peralatan musik, seperti: keyboard controller, audio interface (eksternal soundcard untuk computer), gitar listrik, amply, gitar efek dan vocal efek. Bahkan Gwe les DJ ( Disc Jockey ) segala, meskipun nggak sampai kelar, karna kurang ngerasa bakat di situ. Untung waktu itu ada cukup duit buat hobi gila Gwe ini. Keinginan untuk bisa maen musik nggak akan terwujud kalau dibiarkan diam sebagai sebuah keinginan belaka. Maka mulai awal tahun 2010 Gwe mulai les Keyboard di Sekol

Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik? (Fase 1)

Intro : Biar nggak terlalu panjang, Gwe pecah tulisan ini jadi 3 bagian , yang Gwe sebut Fase . Fase 1: Jaman Sekolah & Kuliah; Fase 2: Saat Kerja di Jakarta; dan Fase 3: Saat Kerja di Semarang Sampai Sekarang. So, here it goes.. Fase 1: Jaman Sekolah & Kuliah Apakah Gwe udah piawai maen musik? Gwe sendiri ngerasa belom, dan kenyataannya emang gitu. Gwe masi dalam taraf belajar di bidang musik, khususnya dengan instrument keyboard dan musik digital. Jadi tulisan ini utamanya Gwe tulis untuk lebih menyemangati Gwe dalam belajar musik, sekaligus ngasih tau buat kalian seperti apa sih background musik Gwe. Keluarga Gwe bukanlah keluarga pemain musik. Paling hanya penikmat aja. Bokap dan nyokap Gwe (sebelum akhirnya diminta mengundurkan diri karena kerja 1 kantor) adalah karyawan sebuah bank pemerintah. Mereka berdua sama-sama nggak bisa maen instrument apapun, nyanyi atau karaoke juga enggak. Jadi wajarlah bila waktu kecil Gwe sama sekali belum tertarik untuk maen musik.

Kumpulan Cerpen: Makan Tuh Cinta! Bakal Terbit Lagi

Image
Di suatu malam yang dingin dan berteman sepi… --“ Lho kok openingnya malah kayak mau bikin tulisan galau begini.. Nggak lah! Jadi ceritanya Rebo malem, 5 Januari 2012 sekitar jam 21:40 kemaren ada e-mail masuk. Karena kebetulan Gwe langganan Bebe, BlackBerry maksudnya bukan sejenis itik itu, e-mail itu langsung ter-notifikasi dan bisa Gwe baca. Tadinya Gwe kira cuman forward-an di milis atau spam, eh ternyata e-mail itu dari kang Iwok Abqary, temen nulis di Blogfam jaman dulu yang sekarang udah sukses nerbitin banyak buku, baik di Gramedia maupun penerbit laen, dan juga ada bukunya yang jadi film, King. Jadi inti dari e-mail tersebut (isi e-mail yang sama itu juga dikirim ke beberapa orang laen) adalah memberitahukan bahwa buku kumpulan cerita pendek (Kumcer): Makan Tuh Cinta! Bakal diterbitin lagi sama Penerbit Gradien ! --> Trus, apa hubungannya ama Gwe?

Kenapa @Poconggg Bisa Terkenal?

Image
Dia bukan @Poconggg, rambutnya yang di-Pocong Sebelum kalian pada protes, iye Gwe tahu bahasan tentang @Poconggg rame-nya pas tahun 2011 kemaren, tapi bukan berarti udah kadaluarsa, masih hangat-hangat tahi sapi lah. Filmnya aja baru keluar November 2011 lalu, pas akhir bulan lagi. Gwe nulis ini karena suatu kegalauan keprihatinan, karena pas Gwe Googling kok belum ada yang ngebahas soal kenapa @Poconggg bisa terkenal banget. Adanya paling kehebohan siapa orang dibalik akun @Poconggg, yang sayangnya ternyata bukan seorang cewek manis. Oke, sebenernya ini ilmu yang mahal, tapi anggep aja ini hadiah istimewa karena kalian berhasil nemuin blog Gwe yang nggak belum begitu terkenal ini. So, its free guys and gals! --> Di sini Gwe akan coba untuk membongkar kesuksesan akun twitter @Poconggg dengan suatu penelaahan analisis yang canggih (tentunya dengan berbagai teori ilmiah ciptaan Gwe sendiri). Bagaimana bisa sebuah akun twitter yang nggak Following akun twitter orang sama se

GANTI KOLOM KOMENTAR

Ada yang baru dari blog ini. Apa itu? Mungkin kalian belum begitu ngeh. Tampilan masih yang lama, tata letak masih kayak kemaren, warnanya juga sama, postingan baru emang kadang-kadang ada, kadang-kadang lama munculnya, tapi.. tunggu dulu. Yak, kalau kalian jeli, liat: Kolom Komentar. Sebelumnya Gwe ngasih widget komentar di blog ini dari ShoutBox. Dulu sih gratis, cuman pada perkembangannya gak tau kenapa sekarang kok disuruh bayar. Karena Gwe nggak bayar, yang dikarenakan ke-gaptek-kan Gwe yang ngga tau gimana caranya bayar, atau lebih tepatnya gag mau bayar, otomatis kolom komentar mati, udah nggak aktif lagi sejak awal tahun 2012 ini. Karena alasan-alasan di atas ituah akhirnya Gwe ganti widget kolom komentar. Untung aja masih ada yang gratis, yaitu dari cbox. Selamat deh! Jadi pengunjung blog ini tetep bisa ninggalin komentar buat Gwe. Yang baek-baek aja ya, biar nggak angus lagi kolom komentarnya, hehe…

BALIK NULIS & NGIDUPIN BLOG

Image
image source = http://anggap-rumahsendiri.blogspot.com Selamat pagi wahai para peselancar dunia maya! Tulisan kali ini masih ada hubungannya ama posting sebelumnya, secara lebih spesifik tentang implementasi dari Resolusi 2012 . Untuk diketahui, kayak seorang Presiden atau Menteri, Gwe mencanangkan tahun 2010 sebagai: musical year , yang artinya Gwe mulai mundur dari dunia nulis dan mulai belajar musik (sekedarnya sih). Kemudian tahun 2011 Gwe sebut sebagai: 2nd musical year, youtube video creator, & adaptation , yang artinya Gwe semakin mendalami soal music (walaupun belum maksimal), mulai bikin video pake handycam buat di-posting di youtube atau web video lainnya, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Lalu bagaimana dengan tahun 2012?

REVIEW 2011 & RESOLUSI 2012

Image
image from http://azahar.files.wordpress.com Kalau mau memakai penanggalan suku maya, tahun kalender terakhir jatuh pada tahun 2011. Namun karena ada sistem kalender lain, yaitu Masehi maka kehidupan belum berakhir, masih ada tahun 2012. Nah, ada baiknya dengan pergantian tahun ini Gwe me-review apa yang udah terjadi di tahun 2011 dan membuat resolusi untuk tahun 2012. Mengapa untuk tahun 2011 Gwe sebut Review bukannya prestasi? Ya karena yang mau Gwe ceritakan adalah poin-poin penting yang terjadi, baik itu prestasi, peristiwa, atau apapun yang berarti bagi Gwe. Sedangkan Resolusi 2012, tentunya adalah suatu harapan, suatu doa, suatu rencana yang ingin Gwe capai atau dapatkan di tahun ini. Meskipun pada akhirnya tidak atau belum terwujud, setidaknya Gwe punya suatu tujuan yang Gwe harap bisa diupayakan. Thats it, here we go... Review 2011 1.     Menerbitkan buku ke-3: Boedjang Lapoek Mentjari Tjinta (BLMT) Setelah dinanti-nanti, buku ke-3 Gwe akhirnya terbit di bulan Februari