Wednesday, April 24, 2019

Sinopsis Avengers: EndGame (Mengandung Bocoran)


Tulisan ini merupakan ringkasan atau sinopsis dari film Avengers: EndGame. Khusus Gwe buat untuk kamu yang nggak keberatan dengan bocoran alias spoilers dari film Avengers: EndGame. Juga buat kamu ga sempat nonton atau malah malas nonton. Gwe saranin sih, tetap ke bioskop ya, larisin film ini. Kerja belasan tahun lho. Tetap harus kita hargai.
Udah Gwe peringatin, yang ga suka bisa tutup video ini, ganti nonton video Gwe yang lain.
.
Seperti informasi yang telah beredar sebelumnya, film dibuka dengan adegan yang selama ini muncul dalam iklan EndGame baik yang ada di TV, YouTube, InstaGram dan media lain. Yang pertama dihadirkan adalah HawkEye yang sedang menikmati waktu bersantainya di rumah bersama keluarganya. Kayaknya sih dia sudah memutuskan pensiun. Clint Barton alias Hawkeye sedang mengajari putrinya memanah. Eh, nggak tahunya tiba-tiba seluruh anggota keluarganya lenyap jadi debu. Clint terhenyak. Cerita dilanjutkan dengan Toni Stark dan Nebula yang memanfaatkan waktu selama mereka terkatung-katung di luar angkasa, baik itu bermain game maupun membetulkan pesawat. Namun pada akhirnya mereka ditolong oleh Captain Marvel. Pesawat Benatar dibawa ke Bumi ke markas Avenger.

Akhirnya ada titik cerah setelah Nebula memberi informasi planet tempat Thanos berada, yaitu “Taman”. Captain Marvel percaya diri dia bisa mengalahkan Thanos. Rencananya mereka akan merebut Infinity Stones plus Gauntletnya, kemudian mengembalikan separuh makhluk hidup yang sudah ada. Sekaligus mengalahkan Thanos.
Dengan pesawat Benatar yang dikemudikan Rocket Racoon, para jagoan pergi ke sana. Untuk mewaspadai masalah, Captain Marvel memeriksa keadaan planet. Ternyata Thanos sendirian di tempat pensiunnya itu.

Rombongan tiba di gubug Thanos. Kondisinya sedang payah. Bahkan separuh mukanya terluka. Ternyata dua hari yang lalu Thanos menghancurkan Infinity Stones agar dia tidak tergoda memanfaatkan benda tersebut untuk kekuasaan. Orang-orang kecewa. Dengan kampaknya Thor memenggal kepala Thanos, namun tak ada gunanya. Semua sudah terlambat batu infinity hancur, orang-orang tak bisa kembali.

Lima tahun berlalu, sebagian besar orang masih dalam suasana duka, termasuk Steve Rogers alias Captain America yang nggak bisa Move On. Natasha Romanov alias Black Widow mengkoordinir teman-temannya untuk berbagi informasi terkini tentang segala kemungkinan untuk mengembalikan teman dan keluarga mereka yang musnah. Namun Captain Marvel bilang dia akan pergi jauh ke luar angkasa karena banyak urusan. Keadaan di lokasi lain mirip Bumi, yang orang-orangnya sedih. Sementara Rupert “Rhodey” Rhodes alias War Machine mendapat informasi di Jepang sana, Clint Barton membasmi para Yakuza. Untuk menebus kesedihannya dia jadi Ronin.

Titik cerah hadir ketika tanpa sengaja Scott Lang alias Ant Man kembali dari Quantum Realm akibat tombol alat di mobil dipencet tikus. Dia menyampaikan teori tentang Time Travel. Captain America dan Natasha tertarik kemudian menemui Tony Stark. Ternyata Tony sudah putus harapan. Dia lebih senang hidup damai bersama istri dan anak perempuannya, Morgan.

Rombongan beralih menemui Bruce Banner yang kini sudah bisa menguasai pikiran dan kekuatan Hulk-nya. Jadi dia pintar dan hijau. Dia bilang tidak menguasai ilmu Fisika Kuatum, tapi karena Tony nggak mau membantu akhirnya dia bikin eksperimen, yang malah mengakibatkan Ant Man kadang jadi anak kecil, orang tua, bahkan bayi.

Diam-diam, Tony Stark tetap melakukan penelitian dan dia menemukan cara menggunakan Quantum Realm sebagai mesin waktu. Istrinya Pepper mendukungnya. Tony kembali ke markas Avengers dan menyampaikannya pada yang lain bahwa ada harapan untuk mengembalikan separuh populasi makhluk hidup yang musnah, yaitu dengan mencuri atau lebih tepatnya meminjam Infinity Stones dari masa lalu. Tony bahkan membawakan Perisai Captain America yang tertinggal. Natasha lalu menjemput Clint Barton yang kecewa di Jepang. Sementara Hulk dan Rocket menjemput Thor yang sekarang jadi pemabuk karena depresi, sehingga perutnya buncit di Asgard Baru di Tornsberg.

Penelitian soal mesin waktu dilanjutkan dan diperbaiki. Mereka juga memikirkan dimana mestinya mengambil Infinity Stones di waktu yang tepat tanpa menyebabkan Time Paradox. Saat selesai alat itu perlu dites dulu, Scott Lang nggak siap, sementara yang berani Clint Barton. Dia berhasil kembali ke masa lalu dan mendengar suara putrinya tapi tak bertemu karena alat disetting untuk cepat kembali. Sebuah sarung tangan terbawa ke masa kini.
Akhirnya dengan mengenakan baju seragam Quantum kesembilan anggota Avengers sepakat dibagi menjadi 3 tim. Tim satu berisi: Captain America, Iron Man dan Hulk. Tim dua a berisi: Clint Barton dan Natasha Romanov dan Tim dua b terdiri dari: War Machine dan Nebula. Sedangkan Tim Tiga Rocket dan Thor.

Tim satu menuju waktu film Avengers pertama, yaitu tahun 2012 pasca mereka menangkap Loki. Space Stone dalam Tesseract dan  Mind Stone yang ada di Tongkat Loki berhasil didapat di New York meskipun sempat terjadi kekacauan. Hulk sempat memisahkan diri untuk mendapatkan Time Stone di New York Sanctum. Saat berdiskusi dengan The Ancient One, gurunya Dr. Strange, dan sebelumnya saat rapat Avengers sempat dibahas mengenai teori waktu yang selama ini salah, teori yang muncul di film-film lain. Bila mengambil Infinity Stone pada masa kini, masa depan akan rusak dan berubah, namun ternyata tidak begitu. Masa depan tetap tidak berubah, hanya saja masa lalu yang berubah akan menyebabkan dunia atau kejadian paralel dengan masa depan yang berbeda. Setelah mengungkapkan bahwa Dr. Strange yang sudah melihat berbagai kemungkinan di masa depan dan menyerahkan Time Stone pada Thanos. Akhirnya Sorceres Supreme mau menyerahkan Time Stone pada Hulk, meskipun saat itu Dr. Strange malah belum jadi muridnya sama sekali.

Rocket berhasil mendapatkan Aether alias Reality Stone dari Jane, serta Thor mendapatkan kembali semangat hidup setelah menemui ibunya di Asgard. Dia sekalian meminjam kapak dari masa lalunya, Mjolnir. Clint Barton kembali mengalami kesedihan setelah dia gagal mengorbankan diri di Vormir dan mendapatkan Soul Stone setelah Natasha meninggal. Sedangkan tanpa disadari War Machine yang kembali duluan membawa Power Stone, Nebula tertangkap dirinya di masa lalu dan Thanos tahu soal rencana Avengers di masa depan dari transmisi siaran video Nebula. Akibatnya saat semuanya kembali ke masa kini, yang ikut mereka adalah Nebula jahat tanpa ada yang sadar.

Sarung tangan baru ciptaan Tony berhasil menjadi wadah Infinity Stones yang berhasil terkumpul. Thor mau mencoba tapi dalam kondisinya sekarang, semua orang tak percaya. Menurut Hulk dirinya-lah yang ditakdirkan untuk menggunakan satun tangan ini. Setelah dipakai, energi keenam batu sungguh kuat. Orang-orang waspada. Hulk kesakitan, namun dia akhirnya berhasil menjentikkan jari dengan sarung tangan itu. Ant Man pun pergi keluar melihat situasi yang mungkin berubah. Telfon dari istrinya Clint meyakinkan bahwa orang-orang yang musnah kembali.

Di ruang mesin waktu, Nebula dari masa lalu mengaktifkannya untuk menghadirkan Thanos dan kawanannya. Pesawat Thanos menghancurkan markas Avenger.

War Machine dan Rocket nyaris tertimbun, sementara Hulk coba menyelamatkan mereka. Clint Barton berusaha menyelamatkan Sarung Tangan dengan Infinity Stones dari para monster, sementara Captain America, Thor dan Iron Man mendatangi Thanos. Sang Titan gila menyampaikan pada mereka kalau keputusan melenyapkan separuh populasi Bumi keliru, karena banyak yang bersedih, sampai pergi ke masa lalu untuk merubah keadaan. Thanos punya keinginan baru untuk melenyapkan seluruh makhluk dan menggantinya dengan makhluk baru yang lahir, yang tak perlu tahu masalah masa lalu. Selain dengan kapak baru Storm Breaker, Thor juga sesekali menggunakan Mjolnir. Bergantian dengan Captain America yang rupanya kali ini dengan hati patriotismenya layak menggunakan Mjolnir dan juga menghadirkan petir.

Nebula dari masa kini yang tertangkap meyakinkan Gamora untuk membantunya merubah
keadaan. Gamora yang memang aslinya tidak suka dengan Thanos tersentuh ketika Nebula masa kini bilang mereka memperbaiki hubungan dan menjadi saudari. Mereka membantu Clint Barton untuk menyelamatkan sarung tangan. Maksudnya Hulk sarung tersebut semestinya harus segera dikembalikan ke masa lalu. Scott Lang memberi harapan, diantara mesin waktu yang hilang, mobil vannya masih bisa digunakan, tapi posisinya sulit karena di kancah pertempuran. Yang menyelamatkan Sarung Tangan berganti-ganti dari Black Panther, Peter Parker alias Spiderman, hingga Captain Marvel.

Tanpa Infinity Gauntlet dan Stones pun Thanos unggul dari para Avengers. Dia mengkomando pasukannya untuk turun dan menyerang. Ratusan alien hadir.

Saat Captain America kepayahan terdengar suara Sam Wilson alias Falcon dari saluan komunikasi. Muncul portal di udara, yang awal hadir adalah T’Challa alias Black Panther bersama Shuri dan Okoye. Lalu muncul banyak orang lain. Termasuk Dr. Strange dan rekan-rekannya. Jentikkan jari Hulk berhasil, orang-orang kembali hidup. Pasukan jagoan dan alien bisa dibilang imbang sekarang, namun keadaan belum aman. Malah saat nyaris kalah, Thanos memerintahkan hujan tembakan dari pesawat perangnya. Sarung tangan sempat diambil alih Thanos, namun pada akhirnya Tony berhasil mengambil Infinity Stones dengan armor Mark 85-nya. Kali ini Tony yang menjentikkan jari. Thanos dan pasukannya musnah, namun kondisi Tony kritis. Dalam rengkuhan istrinya, Tony meninggal. Rest in Peace.

PR belum selesai. Usai pemakaman Tony, dengan mesin waktu baru ciptaan Hulk, Steve Rogers sendirian mengatarkan Infinity Stones sekalian dengan Mjolnir kembali ke masa lalu. Buck dan Falcon menunggu. Menurut Hulk mestinya cukup 5 detik menunggunya, namun dia tak kunjung kembali. Di danau dekat mereka ada pria tua. Terungkap bahwa pria tua dengan cincin kawin di tangannya itu adalah Steve Rogers, dia menyerahkan perisainya pada Falcon. Terlihat video di masa lalu Steve Rogers sedang berdansa dengan Peggy Carter.

Sunday, April 21, 2019

Lokasi Infinity Stones dan Titik Waktu Untuk Mendapatkannya di Avengers EndGame


Nggak sampai seminggu lagi film “Avengers: Endgame” akan tayang di bioskop Indonesia. Kali ini Gwe akan membahas mengenai Infinity Stone terkait dengan cara mengalahkan Thanos dan mengembalikan separuh populasi makhluk hidup yang musnah dalam film Infinity War, termasuk juga sebagian anggota Avengers atau keluarga/kerabat dekat mereka. Sebenarnya tulisan ini lebih ke prediksi atau dugaan apa yang akan terjadi di filmnya nanti, tapi kalau kalian khawatir malah jadi spoiler, mending tutup tulisan ini dan ganti baca tulisan Gwe yang lain.
.
Jadi kan memang banyak yang menduga bahwa di film EndGame nanti, para Avengers akan melintasi waktu demi mencegah Thanos untuk memusnahkan separuh makhluk hidup di alam semesta, atau dengan cara lain, semisal menguasai Infinity Stones guna menghidupkan kembali makhluk hidup yang musnah, dan juga mengalahkan Thanos.
.
Namun seperti yang sering muncul di cerita perjalanan lintas waktu, bila suatu titik kejadian berubah, maka masa depan pun kemungkinan juga akan berubah. Bisa sepele, bisa juga kejadian besar. Orang menyebutnya Time Paradox. Tapi Captain America dalam trailer film bilang: “Whatever It Takes” atau “Masa Bodo. Nggak peduli apa yang bakal terjadi, apapun akan kita lakukan.”, termasuk kemungkinan dia dan timnya memutuskan untuk melakukan perjalanan melintasi waktu dan mengubah satu atau banyak kejadian tertentu, demi teman-temannya tetap hidup atau menghidupkan kembali mereka. “Some people move on, but not us” katanya baper banget.
.
Seperti yang dibahas beberapa kali di film MCU misalnya: Infinity War, Guardians of Galaxy dan Thor: The Dark World, di alam semesta ini terdapat 6 Batu Sakti alias Infinity Stones peninggalan masa purba, yang kekuatannya luar biasa. Keenam batu inilah yang dikumpulkan Thanos dan disematkan ke Infinity Gauntlet yaitu semacam sarung tangan sakti supaya dapat dimanfaatkan kekuatannya dengan baik. Orang biasa, bahkan Titan seperkasa Thanos pun mungkin nggak bisa memegang Infinity Stone apa adanya, tanpa alat bantuan. Seperti kita lihat, Red Skull di film Captain America yang mencoba memegang Tesseract alias Space Stone terlempar ke Vormir, lalu di Guardians of Galaxy volume 1, Carina, sandera yang dijadikan budak Taneleer Tivan alias The Collector hancur ketika memegang Power Stone, dan Jane Foster malah menjadi inang dan tidak bisa menguasai kekuatan Aether alias Mind Stone di film Thor: The Dark World. Untuk itu Thanos meminta atau lebih tepatnya memaksa Eitri sang Dwarf di Nidavellir membuatkan untuknya Infinity Gauntlet.
.
Bila para Avengers mau mencegah rentetan kejadian buruk setelah Thanos memakai Sarung Tangan Sakti, melalui Quantum Realm atau mesin waktu lain, mereka dapat menghadang Thanos di titik waktu sebelum Infinity Gauntlet dibuat dan mengalahkannya. Cara lainnya adalah menyembunyikan Eitri di tempat yang aman, atau meminta Eitri membuatkan Infinity Gauntlet dan yang membawa adalah para Avenger untuk kemudian mereka mengumpulkan Infinity Stones. Mungkin Eitri hanya akan mau disuruh oleh Thor.
.
Kalaupun kemudian harus tetap mengumpulkan dan hendak menggunakan kekuatan Infinity Stones, maka batu pertama yang perlu diambil adalah Time Stone alias Eye of Agamotto. Sebenarnya Dr. Strange bisa mengembalikan suatu kondisi, contohnya di situasi kehancuran Hong Kong Sanctum, tapi tentunya tidak dalam kondisi yang terlalu luas dan berat. Para Avengers cukup menemui dan menjelaskan masalah Thanos pada Dr. Strange, mungkin di satu titik waktu, misalnya sesaat sebelum anak buat Thanos datang ke Bumi. Dr. Strange dapat diminta untuk melihat ke masa depan dan mencari cara mencegah Thanos melakukan hal buruk, seperti kita lihat di film Infinity War. Dapat dilihat di Mid credit film, Dr. Strange mulai kenal dengan Thor. Gwe rasa Dr. Strange bisa jadi pemandu waktu yang baik, sehingga para Avengers bisa pergi ke titik waktu yang tepat untuk mengubah sejarah dan meminimalisir terjadinya Time Paradox. Untuk catatan, dalam Infinity War, Time Stone adalah Batu kelima yang diambil Thanos.
.
Di titik waktu yang tidak jauh berbeda atau malah bersamaan saat menemui Dr. Strange, Avengers juga sebaiknya mengajak Vision dalam perjalanan mereka. Seperti diketahui bahwa di dahi Vision terdapat Mind Stone. Dapat diketahui dari film “Avengers : Age of Ultron”, Mind Stone adalah inti dari tongkat Loki. Di film Avengers yang pertama, tongkat itu diperoleh Loki dari kelompok Thanos untuk menyerang Bumi dengan menghadirkan pasukan Chitauri. Tongkat itu lalu disimpan oleh SHIELD sampai kemudian Wolfgang von Strucker dari Hydra mengambilnya sebagaimana terlihat di Mid-Credit film “Captain America: The Winter Soldier”. Kekuatan dari tongkat tersebut sempat digunakan ilmuwan Strucker untuk memunculkan kekuatan kembar Wanda Maximoff, sang Scarlet Witch dan Pietro Maximoff, sang Quick Silver.
Tongkat itu lalu diambil dari Strucker oleh Avengers dalam film “Age of Ultron”. Selanjutnya, batu inti dari tongkat tersebut digunakan Tony Stark dan Bruce Banner untuk menciptakan Artificial Intelligence Ultron yang berakhir berantakan karena Ultron bisa berpikir sendiri dan menyerang Avengers. Ultron lalu mengambil batu inti tongkat Loki kemudian menanamkannya ke jasad yang diciptakannya dengan bantuan Helen Cho, sang ilmuwan jenius. Maksudnya sih jasad tersebut akan digunakan Ultron, namun akhirnya gagal, karena Tony Stark dan Dr. Banner menanamkan kesadaran Jarvis ke jasad tersebut, dan lahirlah Vision. Selanjutnya, keberadaan Vision setelah di Age of Ultron berlanjut di film “Captain America: Civil War”.
Untuk keselamatan Vision, tim Avengers bisa segera membawanya ke Wakanda dan minta bantuan Shuri untuk melepaskan Mind Stone seperti dalam Infinity War. Dalam kondisi tanpa gangguan serangan pasukan Thanos, tentunya hal tersebut mungkin dilakukan. Kekuatan Mind Stone adalah memengaruhi pikiran orang. Dalam Infinity War, Mind Stone adalah Batu keenam yang diambil Thanos.
.
Infinity Stone ketiga yang perlu didapat menurut Gwe adalah Space Stone, yang merupakan inti dari Tesseract. Batu ini yang paling sering muncul di film-film MCU. Di film Captain America dapat diketahui bahwa Tesseract ada di Bumi pertama kalinya tersimpan di sebuah kuil pemujaan Odin dan dimanfaatkan oleh Red Skull. Tesseract lalu berpindah-pindah pemilik dan lokasi dari Dr. Wendy Lawson hingga Nick Fury di film Captain Marvel, lalu dibawa dan dimanfaatkan Loki di Film The Avengers pertama. Kemudian benda itu dibawa kembali oleh Thor ke Asgard dan disimpan di Ruang Harta Karun Odin. Loki sempat mengambil Tesseract sebelum Asgard hancur di film “Thor: Ragnarok”. Di titik inilah kemungkinan paling aman untuk mengambil Space Stone tanpa menimbulkan atau meminimalisir Time Paradox. Selain itu, dengan kekuatan teleportase Space Stone, para Avengers bisa mempersingkat perjalanan ke berbagai tempat. Kalau di Infinity War, Space Stone merupakan batu kedua yang diambil Thanos.
.
Di post credit film “Thor: The Dark World”, terlihat Sif dan Volstagg, orang Asgard rekan Thor menitipkan Aether alias Reality Stone pada The Collector di koloni pertambangan Knowhere. Reality Stone merupakan satu-satunya Infinity Stone yang berwujud cair. Benda ini digunakan Malekith, sang Dark Elves untuk membuat dunia dalam kegelapan, namun dia akhirnya bisa dikalahkan Thor. Thanos merebut Reality Stone dari The Collector sebagai batu ketiga setelah Space Stone. Di Infinity War, Peter Quill, Gamora dkk. terlambat sampai di Knowhere. Kalau dari yang kita lihat di Infity War, yang dilakukan Thanos dengan Reality Stone adalah menciptakan kamuflase atau kenyataan sesuai maunya. Untuk mendapatkan Reality Stone, Avengers cukup mendatangi Taneleer Tivan, The Collector dan memintanya di titik waktu sebelum kedatangan Thanos. Kalau yang meminta Thor mungkin lebih meyakinkan.
.
Infinity Stone berikutnya yang perlu didapat adalah Power Stone. Di Guardians of Galaxy volume 1, Peter Quill mengambil Orb yang berisi Power Stone di Planet Morag. Dia sempat membawa Orb ke Knowhere untuk dibeli The Collector, tapi budaknya malah membuat kekacauan sehingga Quill dkk. mengambil Orb lagi, dan pada akhirnya setelah mengalahkan Ronan, Peter Quill menyerahkan ke Nova Prime di planet Xandar. Di Infinity War, tidak difilmkan bagaimana Thanos mengambil Power Stone dari Xandar. Hanya cerita Thor. Di Infinity War, Power Stone merupakan Infinity Stone pertama yang diambil Thanos. Untuk mendapatkannya, Avengers perlu memintanya pada Nova Prime di planet Xandar di titik waktu sebelum Thanos datang.
.
Soul Stone adalah Infinity Stone yang paling susah didapat, karena syarat untuk mendapatkannya adalah dengan mengorbankan orang yang paling dicintai. Jiwa ditukar dengan batu jiwa. Begitu menurut penjelasan Red Skull yang tinggal di Vormir, planet tempat Soul Stone tersimpan. Selain Gamora, yang tahu benda ini ada di planet Vormir adalah Nebula. Di film Infinity War, Thanos mengorbankan Gamora, putri adopsi yang paling dicintainya demi mendapatkan Soul Stone. Batu ini merupakan yang keempat yang diambil Thanos.
Avengers yang paling memiliki jiwa rela berkorban mungkin adalah Captain America dan dia akan rela mengorbankan dirinya demi teman-temannya bisa hidup kembali. Whatever It Takes, katanya. Nah, kalau Captain America meninggal apakah dia bisa dihidupkan lagi? Iya mungkin jika semua Infinity Stone sudah berhasil didapatkan atau Dr. Strange membalikkan waktu dengan Time Stone.
.
Oke genks, itulah Lokasi Infinity Stones dan Titik Waktu yang mungkin paling pas Bagi Avengers Untuk Mendapatkannya. Sebenarnya apapun perubahan yang dilakukan The Avengers di masa lalu, pasti akan mengubah masa depan. Apakah jadi lebih baik atau buruk itu tergantung imajinasi dari tim Marvel, lalu terserah mereka juga; apakah filmnya mau dibikin cepat selesai atau muter-muter lebih dulu. Contoh cerita dengan tema mengubah masa lalu dan membuat masa depan yang berbeda, bisa kita baca di buku skenario teater “Harry Potter and The Curse Child”. Di buku ini dua tokoh utamanya, yaitu Albus Severus Potter dan Scorpius Malfoy menggunakan Pembalik Waktu dan pergi ke masa lalu. Namun perubahan yang mereka lakukan sungguh di luar dugaan. Bahkan mereka harus bolak-balik menggunakan Pembalik Waktu untuk memperbaiki sejarah. Nah bisa jadi nantinya di film Avengers: EndGame, para jagoan kita akan bolak-balik menggunakan Quantum Realm atau Time Stone atau metode lainnya, untuk memperbaiki sejarah sampai beberapa kali. Yah sebenarnya hal ini bisa diantisipasi kalau Dr. Strange mau melihat berbagai kemungkinan di masa depan. Namun satu hal yang perlu diingat, seperti kata Mordo di film Dr. Strange, tindakan mengembalikan waktu, termasuk juga mengubah masa lalu berarti melawan hukum alam. Ada harga atau akibat yang harus dibayar suatu saat nanti.
.
By the way kenapa Dr. Strange di film Infinity War tidak memotong tangan Thanos ya guna mendapatkan Infinity Gauntlet seperti halnya Wong memotong tangan  Cull Obsidian? Hm.. mungkin kalau iya bisa cepet kelar filmnya, sehingga ga berlanjut ke End Game, hehe..


Thursday, April 11, 2019

Komunitas Blogger Kendal Adakan Pelatihan Blog di Biznet Kendal


Akhir pekan Sabtu, 9 Maret 2019 ada yang seru di kantor Biznet Kendal. Ya, “Komunitas Blogger Kendal” menyelenggarakan Pelatihan Blog untuk umum. Terlihat sejumlah ibu yang nampak bersemangat membuat tulisan di internet dan memperkenankan orang dari seluruh dunia membaca karyanya. Sebagian adalah pelaku UMKM.

Ini adalah kesempatan pertama bagi “Komunitas Blogger Kendal” (KBK) untuk berbagi pengalaman. Acara dibuka oleh MC Kak Cici. Berikutnya materi dari Yozar mengenai pengenalan blog, lalu kak Zain bercerita soal pengalamannya menjadi Blogger yang sering menang lomba, kemudian kak Nyi yang udah malang melintang di berbagai komunitas blogger juga berbagi ilmu. Selanjutnya di sesi terakhir kak Aji cerita soal monetisasi blog dengan Google AdSense. Acara ditutup dengan makan siang bersama.

KBK berterima kasih dengan dukungan semua pihak, diantaranya Biznet Kendal yang sudah menyediakan waktu, tempat, dan jajanannya; para pemateri dan peserta. Mudah-mudahan acara seperti ini bisa diselenggarakan lagi dan lebih banyak peserta dari berbagai kalangan, baik pelajar maupun umum.