Skip to main content

Posts

Dream High 2 (2012 Ongoing)

Musical Story untuk tahun 2012 ini Gwe mulai dengan ngikutin drama Korea musikal “ Dream High 2 ”. Setelah sukses dengan “Dream High” tahun 2011 lalu, KBS2 menayangkan season 2-nya. Namun serial ini bukan murni lanjutan Dream High. Setting memang masih sama, yaitu di Kirin Art School, namun semua murid dan sebagian besar pengajarnya beda. Hingga episode 9 (tayang sekitar minggu terakhir Februari 2012) yang Gw tonton, yang sama cuman 1 orang saja, yaitu guru Bahasa Inggris Yang Jin Man yang diperankan oleh Park Jin Young . Cerita dimulai dengan konser musik dari manajemen artis OZ Entertainment Agency . Salah satu grup idol mereka membuat ulah dengan melanggar kebijakan pemerintah tentang jam kerja untuk pekerja di bawah umur. Sebagai bentuk hukuman dan pendidikan bagi grup ini dan artis di bawah umur mereka yang lain, OZ Entertainment Agent mengandangkan para idola belia ini dengan kembali mendidik mereka di sekolah. Kebetulan saat itu mereka melihat Sekolah Seni Kirin yang dulu ja...

Alat Perekam Digital Voice Recorder: Senjata Untuk Berlatih Nyanyi & Menciptakan Lagu

Seseorang yang sedang belajar untuk bernyanyi, untuk mengetahui suaranya false atau sudah benar, atau pencipta lagu jaman sekarang dimudahkan dengan kehadiran alat rekaman elektronik atau Digital Voice Recorder. Kita FlashBack dulu sebentar. Kalau jaman dulu alat yang serupa adalah tape recorder atau walkman yang bisa untuk merekam (recorder dengan pita kaset). Namun acapkali ada kendala pada alat-alat tersebut. --> Untuk tape recorder, tentu saja karena ukurannya yang besar. Kita tidak mungkin membawa-bawa tape recorder kemana-mana. Selain berat juga akan terlihat aneh. Padahal ide untuk menciptakan sebuah lagu bisa muncul dimana-mana, bahkan saat kita jalan-jalan di pasar atau nongkrong di kamar mandi. Selain itu tape recorder tertentu tidak portable karena tidak didukung fasilitas baterai, sehingga harus selalu nyolok ke listrik. Kehadiran Walkman/recorder dengan pita kaset yang bisa merekam memang portable karena menggunakan baterai. Namun ada kekurangannya juga. Untuk...

Masalah Sustain di Pro Tools

“Musical Autodidact Series” Part 4 Ternyata Pro Tools M-Powered 8.0.3 memiliki bug/atau masalah program . Yang nemuin bukan Gwe, tapi guru musik IT Gwe. Masalahnya pada efek Sustain. Buat yang belum tahu, sustain itu efek untuk memperpanjang suatu bunyi. Biasanya untuk piano sudah ada suatu alat, yaitu pedal sustain untuk menjalankan fungsi tersebut, tapi kalau untuk keyboard pedal sustain biasanya dibeli terpisah, dan baru disambungkan ke keyboard kalau mau dipakai. Begini masalahnya: Begitu pedal sustain diinjak, bunyi instrument yang dimainkan dengan keyboard controller seharusnya jadi lebih panjang. Di Pro Tools M-Powered 8.0.3 saat kita bermain secara live, efek Sustain ini dapat berfungsi dengan baik, namun hal itu tidak terjadi saat mode perekaman. Saat kita dalam proses merekam, permainan dengan efek sustain memang terdengar, tapi begitu hasil rekamannya kita playback/mainkan, efek itu tiba-tiba hilang . Harusnya kan nggak boleh begitu. Nuansa lagu/musik yang kita mau jadi n...

Mengenal Program Untuk Bikin Lagu FL Studio alias FruityLoops

Gwe sering banget nyebut nama FL Studio di sejumlah tulisan, namun mungkin belom banyak yang tau sebenarnya makhluk apa ini. FL Studio adalah sebuah aplikasi komputer pada sistem operasi Windows untuk pengolahan musik dan suara (audio), atau secara gampangnya bisa dibilang, FL Studio adalah program untuk membuat lagu. Dengan dilengkapi alat tambahan yang nggak terlalu banyak dan mahal, FL Studio bisa menjadi sebuah studio rekaman rumahan atau pribadi . Mesin utama tentu saja adalah komputer atau laptop yang diinstal program FL Studio. Tanpa alat tambahan sebenarnya program ini sudah bisa untuk membuat lagu. Namun agar hasil produksi lagu/musik lebih baik lagi, dapat ditambah instrumen Keyboard Controller yang berfungsi untuk penyusunan nada atau perekaman permainan musik secara live, sehingga terdengar lebih alami. Selanjutnya pengguna perlu juga menambahkan alat Audio Interface ( SoundCard Eksternal ) kalau ingin menyertakan suara vocal atau permainan gitar listrik.

Mengenal Program Untuk Rekaman Lagu Pro Tools

Pro Tools adalah program musik kedua setelah FL Studio yang Gwe pelajari. Perkenalannya pun nggak sengaja. Jadi Desember 2010 lalu, Gwe dalam proses pindah kerja dari Jakarta ke Semarang. Sebelumnya di Jakarta Gwe kan belajar keyboard di Sekolah Musik Sincere, salah satu franchise Sekolah Musik Yamaha. Karena pengin bisa nerusin ke franchise yang sama, maka Gwe nyari sekolah dengan kurikulum yang sama di Semarang.  --> Salah satu sekolah musik yang cukup dikenal adalah Sekolah Musik Purnomo (SMP), di Jalan Pandanaran Semarang. Sewaktu kuliah Gwe pernah belajar gitar akustik ama Keyboard kurikulum Technic tapi nggak sampai kelar. Dulu gurunya mas Iik pernah bilang kalau kurikulum keyboard mau beralih dari Technic ke Yamaha, makanya Gwe maen ke sana. Namun ternyata sekarang kursus Keyboard di SMP menggunakan kurikulum sendiri. Walaupun nggak dapet apa yang Gwe pengin, Gwe tertarik dengan penawaran program kursus baru di sana, yang disebut sebagai Kursus Musik IT (Info...

Temen Gaul Musik Gwe (Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik Side Story)

Intro : Nggak hanya belajar musik secara formal/otodidak, Gwe juga sempet bergaul ama orang-orang di bidang musik, meskipun nggak dalam konteks belajar-mengajar. The Side Story Wahyu; Astrid A, Astrid B & Friends Jaman kuliah, Gwe lagi seneng-senengnya ama musik Jepang, baik J-Pop maupun J-Rock. Saat itu lagi happening-nya Japanese Wave (J-Wave) kayak sekarang pada demen Korean Wave (K-Wave). Sampai ada majalah yang ngebahas kebudayaan Jepang, kayak Animonster (yang masih eksis sampai sekarang), Anima, dll. Karena saat itu memang banyak anak muda yang demen budaya populer Jepang kayak manga, anime, tokusatsu, dorama Jepang dan juga musik dari negeri Sakura itu. Berbagai acara kebudayaan Jepang, kayak Bunkasai dan Pertunjukkan Musik Jepang diadakan di berbagai kampus di Semarang, seperti Undip (Universitas Diponegoro) Udinus, dan juga di tempat laen tergantung kebutuhan, kayak di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Auditorium RRI, Gedung Juang 45 (atau apa namanya Gwe lupa pasti...

Ngerintis Studio Rekaman Pribadi 2

  “Musical Autodidact Series” Part 3 Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya soal Ngerintis Studio Rekaman Pribadi atau “Musical Autodidact Series” Part 1.  Alat atau instrument apa aja yang sekiranya diperlukan untuk bikin studio rekaman pribadi udah pernah Gwe bahas di sini . Tulisan kali ini adalah kelanjutannya, yaitu lebih ke sejauh mana Gwe ngegunain alat yang pada tulisan sebelumnya baru pada tahap persiapan/belum lengkap; dan masalah atau keadaan yang nggak terduga setelah Gwe terjun memanfaatkan sistem Studio Rekaman Pribadi ini. Jadi, pada perkembangannya Gwe punya dua paket alat yang bisa digunakan sebagai studio rekaman pribadi. Paket 1 ada di rumah ortu, dan Paket 2 ada di tempat Gwe sehari-hari tinggal. Komponen Paket 1 (lebih lengkap/variatif) diantaranya adalah: Komputer Dekstop, Audio Interface, Keyboard Arranger, Mic Analog, Gitar Listrik, Speaker Aktif dan dilengkapi dengan software Digital Audio Workstation (DAW): Pro Tools dan FL Studi...