Skip to main content

ASUS ZenBook Pro 15 UX580, Laptop Inovatif untuk Profesional Multimedia

Meskipun masih sayang, sebenernya leptop Gwe udah mulai tuwir. Kadang-kadang ngrestart sendiri atau hang. Maklum udah dari tahun 2014. Padahal untuk keperluan publikasi kantor, Gwe kudu ngedit foto atau pun video, sehingga perlu laptop dengan performa yang prima. Belum untuk kepentingan pribadi Gwe sebagai YouTuber dan produser musik elektronik/DJ yang juga memerlukan kinerja multimedia yang handal.
.
Nah, belum lama ini Gwe dateng ke event ASUS YEAR END GATHERING 2018 di Ruang Mahony, Gets Hotel Semarang pada Sabtu, 15 Desember 2018. Rupanya ASUS punya produk baru nih, yaitu laptop ZenBook Pro 15 UX580. Ga heran, hampir semua blogger hits Semarang pada ngumpul euy. Di sini tampil sebagai narasumber Om Yahya, seorang praktisi IT dari Jogja yang udah banyak menelurkan software dan buku IT. 
.
Satu yang paling unik yang tampak kasat mata dari laptop ini adalah touchpadnya. Di laptop lain, touchpad biasanya hanya untuk menggantikan pointer maupun klik mouse. Nah di ZenBook Pro 15 UX580 ternyata lebih dari itu. Touchpad yang disebut sebagai ScreenPad ini bisa berfungsi sebagai monitor kedua, alias muncul tampilan gambar di sana. Bahkan resolusinya HD, sedangkan monitornya aslinya sudah 4K! Keren banget ga tuh?
.
Demi mendukung fungsionalitas ScreenPad, ASUS udah menyiapkan beragam aplikasi khusus yang sudah terintegrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas, salah satunya adalah Microsoft Office. Lewat fitur Adaptive Design, ScreenPad secara otomatis akan menyesuaikan tampilan sesuai dengan aplikasi yang sedang dijalankan dan menampilkan antarmuka tambahan. Jadi apa yang tampil di monitor dan yang terlihat di layar ScreenPad nyambung, dimana fungsionalitasnya untuk memudahkan penggunaan laptop. “Inilah mengapa ZenBook Pro 15 UX580 ditujukan untuk para profesional,” sebut Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia dalam Siaran Pers.
.
Berdasarkan info dari Om Yahya alias Yahya Kurniawan S.T. serta press rilis dari ASUS, diketahui bahwa seri ZenBook ini ditujukan untuk pengguna profesional, terutama mereka yang bergerak di industri kreatif seperti 3D designer, video editor dan fotografer. Apa sebab? ZenBook Pro 15 UX580 didukung prosesor Intel Core i7-8750H dan chip grafis Nvidia GeForce GTX 1050. Selain itu juga dilengkapi dengan RAM DDR4 sebesar 16GB dan penyimpanan internal menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD sebesar 1TB. Udah pasti berbagai kombinasi ini bikin sistem bekerja cepat dan optimal. Persis seperti kebutuhan Gwe atau pun para gamer.
.
Yang lebih menarik lagi adalah layar pada laptop ini mampu menyajikan warna yang sangat akurat, dengan tingkat reproduksi warna Adobe RGB hingga 100% dan Delta E < 2. Artinya, warna yang dihasilkan di layar ZenBook Pro UX580 sangat realistis dan mendekati aslinya. Dengan resolusi 4K UHD (3840x2160 pixel) dan tingkat kecerahan hingga 400nits, layar ZenBook Pro UX580 juga factory-calibrated dan telah divalidasi oleh PANTONE. “Kombinasi reproduksi warna yang sangat akurat serta teknologi layar sentuh adalah idaman bagi semua profesional di dunia digital ini. Itulah mengapa kami menghadirkannya di sini,” jelas Jimmy.
.
Selain kinerja, sebagai humas yang sering ke luar kota dan bekerja outdoor, Gwe juga membutuhkan laptop yang ga sering-sering di-charge dan cukup ringkas serta ringan dibawa kemana-mana. Ternyata, ASUS ZenBook Pro UX580 ini menggunakan baterai Lithium Ion 8-cell yang bisa memasok daya hingga 9,5 jam. Teknologi fast charging juga sudah ditanamkan sehingga pengguna bisa mengisi 60% daya hanya dalam 49 menit. Dari segi body, tipis banget lho, cuman 18,99mm dan beratnya 1,88 kg. Selain itu tersedia dual-band 802.11ac gigabit-class Wi-Fi serta Bluetooth 5.0 untuk menghubungkan berbagai peripheral seperti mouse dan headset. Lebih asyik lagi, ASUS juga menyediakan USB to LAN port dongle agar bisa terhubung ke jaringan melalui kabel. 
.
Dari sisi multimedia, ASUS juga melengkapi ZenBook Pro 15 UX580 dengan speaker khusus yang sudah mengantongi sertifikasi dari Harman Kardon. Speaker laptop dikonfigurasi oleh ASUS Golden Ear Team yang melengkapinya dengan teknologi ASUS SonicMaster. Dengan frekuensi suara 1,6x lebih lebar dan output 1,4 kali lebih keras, speaker ZenBook yang satu ini mampu menghadirkan suara kelas premium yang lebih baik dari laptop di kelasnya. Bikin Gwe ga sabar bikin lagu dengan laptop canggih ini.
.
Melengkapi konektivitasnya, di ZenBook Pro 15 UX580 ada 2 port USB 3.1 Type-A dan 2 port USB Type-C berteknologi Thunderbolt 3. Teknologi ini memungkinkan laptop dihubungkan ke berbagai perangkat kelas profesional seperti docking kartu grafis eksternal atau monitor beresolusi tinggi. Selain itu terdapat pula port HDMI, combo audio jack, serta MicroSD card slot. Selanjutnya untuk keamanan, ZenBook UX580 dilengkapi dengan sistem sensor sidik jari yang ada di touchpad dan Windows Hello. Artinya kata sandi ga perlu diketik setiap kali mau menjalankan sistem: Cukup satu sentuhan saja. Cepat dan praktis!
.
Wah lengkap banget ya genks. Untuk mendapatkan laptop kelas premium ini, kamu perlu merogoh kocek sebesar Rp35.999.000,- Mahal? Buat professional, dengan berbagai spesifikasi yang ditawarkan, Gwe rasa worth it sih. Ga akan rugi karena selaras dengan hasil yang bakal kamu dapetin. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sisi Lain Kebencian! Preview Kamen Rider Gavv episode 38

Episode 38 dari Kamen Rider Gavv diprediksi akan menjadi titik balik emosional dan naratif yang penting, terutama bagi karakter Hanto dan Jeep Stomach. Ketegangan tidak hanya terjadi dalam pertarungan fisik, tetapi juga konflik batin yang mengguncang identitas dan pilihan hidup para karakter utama. 🍡 Toko Manisan dan Kenangan Pahit Shouma (Chinen Hidekazu) dan rekan-rekannya mendapat misi unik dari Happy Pare : menghidupkan kembali sebuah toko manisan tradisional Jepang yang sudah lama vakum. Tampaknya ini akan menjadi selingan ringan dari konflik besar, namun justru menjadi awal dari konfrontasi emosional yang mendalam. Di toko tersebut, mereka bertemu Kenji (Yoshioka Mutsuo), seorang pengrajin wagashi berbakat… yang ternyata adalah Granute , antagonis yang selama ini diburu Hanto karena menculik ibunya. Hanto (Hino Yusuke) yang selama ini menghidupi dirinya dengan semangat balas dendam mendadak goyah, apalagi ketika melihat Kenji mendapat tempat sebagai sosok ayah kedua...

Piramida Terbalik: Cara Jitu Membuat Artikel Menarik

Sebuah artikel yang baik haruslah padat dan informatif. Bukan malah bertele-tele, berputar-putar, atau malah diulang-ulang. Padahal sejak SD, kita sudah diajarkan menulis. Namun untuk bisa membuat tulisan yang terstruktur, menarik, dan enak dibaca memang ada suatu teknik khusus. Dalam dunia kewartaan teknik tersebut dikenal dengan istilah Piramida Terbalik , yang dilengkapi dengan rumus 5W+1H dalam menulis sebuah berita. Apa sih maksudnya? Tentu saja hal ini bukan mengenai suatu bangunan antik dari negeri Mesir, tetapi istilah ini untuk menggambarkan bagaimana cara kita menulis. Kalau Anda melihat piramida, bentuknya mirip dengan segitiga. Bagian atasnya adalah puncak, makin ke bawah makin lebar. Namun kalau piramida atau segitiga ini posisinya kita balik, terlihat bahwa bagian paling atas yang lebar atau luas, terus mengecil ke bawah menjadi titik runcing. Serupa dengan bentuk segitiga terbalik tersebut, suatu artikel akan lebih terstruktur apabila di bagian awal atau ...

Membalikkan Keadaan: Master Gavv! Preview Kamen Rider Gavv episode 36

Episode 36 dari Kamen Rider Gavv menjanjikan sebuah ledakan emosi dan aksi yang memuncak ketika strategi jahat Rango (Tsukamoto Takashi) mencapai tahap baru yang mencengangkan. Dalam semalam, ia memicu insiden penghilangan massal —tanda bahwa kekacauan sudah mencapai titik kritis. Tiga pahlawan kita, Shoma (Chinen Hidekazu), Hanto (Hino Yusuke), dan Rakia (Shoji Kohei), akhirnya berhadapan langsung dengan Rango. Meski telah mengandalkan kekuatan Overgavv hasil modifikasi dengan Gochipod , mereka harus menerima kenyataan pahit: Rango masih berada jauh di atas angin. Pertempuran brutal itu berakhir dengan kekalahan telak di pihak para Rider. Namun, alih-alih patah semangat, kekalahan ini justru menjadi titik balik. Ketiganya bersiap kembali dengan strategi baru. Tapi waktu tak banyak. Rango telah memilih target berikutnya— sebuah konser live , tempat ribuan orang berkumpul, termasuk Ritsuko (Tanaka Riko), teman baik Sachika (Miyabe Nozomi). Melihat bahaya yang akan datang, Shoma m...