Skip to main content

RECAP JANUARI 2010

Tahun 2010 udah jalan lebih dari sebulan, sebulan setengah malah. Kira-kira apa aja sih, yang udah dan belom Gwe capai, secara sebelumnya kan udah bikin resolusi di awal taun:

1.    The First Hope
Masih sama dengan di Resolusi, The First hope nggak boleh diungkapkan karena takutnya ga terwujud. Utamanya sih because of my Father. Gwe bener2 nggak ngeharepin beliau sakit lagi, dan karena itu The First Hope should come true. Tinggal nunggu waktu buat Gwe dalam ngambil langkah dan keputusan.

2.    Kembali Belajar Keyboard
Untuk lebih mahir dalam poin 3, tentunya Gwe harus paham dan memperdalam soal nada dan teori musik. Gwe pertimbangin, instrument paling pas untuk dipelajari guna mendukung hal tersebut adalah Keyboard. Karena itulah Gwe kembali belajar (baca: les) instrument satu ini.

3.    Belajar Kembali FL Studio dan Bikin Buku tentang software tersebut
Sejak di Resolusi, gwe udah mencanangkan this year as musical year. Melihat potensi dalam diri, maka Gwe coba fokusin diri untuk memelajari music digital, dan software yang udah Gwe kenal sebelumnya dan juga suka adalah FL Studio. Karena itu Gwe coba lebih perdalam. Sembari belajar Gwe coba tulis juga buku tentang software ini, tidak sama persis dengan versi Help-nya tentunya, karena diperkaya oleh informasi lain, dan pengetahuan tambahan dari Gwe.
 
4.    Belajar Vokal
Dari akhir tahun kemaren Gwe udah nyoba nyari2 tempat belajar vocal yang nggak begitu jauh dari kosan Gwe, dan ada waktu buat Gwe untuk itu. Susah banget ternyata buat ngedapetin itu, tapi sepertinya ada titik cerah. Temen Gwe Ferdian (anak Ditjen KA) ngasi tahu tempat les vokal istrinya dulu. Sepertinya tempat ini pas dengan keinginan Gwe. Dan kemudian Gwe kontek ke pihak sekolah. Sepertinya sih menjanjikan, cuman belom Gwe tindaklanjutin. Kelas terdekat sih bulan Maret-April, tapi seblomnya, dari sekarang seharusnya Gwe daftar dulu.

5.    Belajar Gitar Listrik
Belajar software music digital aja nggak cukup buat Gwe. Karena sejauh ini Gwe belon pernah denger suara computer gitar yang oke. Mau ga mau keterampilan manual dalam instrument ini sepertinya kudu tetep dipelajari. Karena waktu luang buat Gwe adalah suatu kemewahan, maka prioritas untuk belajar instrument satu ini terpaksa bukan yang terdepan. Kebetulan ada teman kerja baru yang pinter gitar. Gwe gak secara resmi les sama dia, tapi pengin diajarin. Tahap awal ini dia nyuruh Gwe belajar sendiri dulu soal pattern melodi, dari catetan yang udah dia kasih. Gapapa, dikit2 dulu, slow but sure ;)

6.    E-Mail dan Website Baru (New ID)
Karena Gwe ingin mencitrakan diri sebagai musisi digital, maka Gwe mulai memunculkan image baru. Langkah awalnya bikin e-mail baru. Rencana berikutnya adalah membuat blog/website (musisidigital.wordpress.com) dan memerkenalkan di berbagai jejaring sosial dunia maya dengan ID yang Baru, yaitu Yozar Remixer.

Sementara sih ini dulu, buat rencana2 lain dan kaitan dengan resolusi lainnya akan dibahas lain waktu ;)

Comments

Popular posts from this blog

Piramida Terbalik: Cara Jitu Membuat Artikel Menarik

Sebuah artikel yang baik haruslah padat dan informatif. Bukan malah bertele-tele, berputar-putar, atau malah diulang-ulang. Padahal sejak SD, kita sudah diajarkan menulis. Namun untuk bisa membuat tulisan yang terstruktur, menarik, dan enak dibaca memang ada suatu teknik khusus. Dalam dunia kewartaan teknik tersebut dikenal dengan istilah Piramida Terbalik , yang dilengkapi dengan rumus 5W+1H dalam menulis sebuah berita. Apa sih maksudnya? Tentu saja hal ini bukan mengenai suatu bangunan antik dari negeri Mesir, tetapi istilah ini untuk menggambarkan bagaimana cara kita menulis. Kalau Anda melihat piramida, bentuknya mirip dengan segitiga. Bagian atasnya adalah puncak, makin ke bawah makin lebar. Namun kalau piramida atau segitiga ini posisinya kita balik, terlihat bahwa bagian paling atas yang lebar atau luas, terus mengecil ke bawah menjadi titik runcing. Serupa dengan bentuk segitiga terbalik tersebut, suatu artikel akan lebih terstruktur apabila di bagian awal atau ...

Apakah Penghasilan dari Profesi Penulis Bisa untuk Hidup di Indonesia?

Sewaktu kuliah di program studi S1 Sastra Inggris sekitar 20 tahun lebih yang lalu, saya sempat ingin bekerja dan hidup sebagai penulis. Artinya saya berharap mendapat penghasilan yang layak dengan menjadi penulis, khususnya untuk karya fiksi. Secara konkretnya yaitu membuat novel. Saat itu iklim perbukuan cetak di Indonesia masih cukup baik. Orang masih banyak yang mau membeli buku, meskipun internet mulai menjadi budaya di masyarakat. Namun saat itu saya masih dalam fase belajar. Tak satupun naskah saya diterima penerbit mayor. Maka itulah kenapa saya akhirnya bersikap realistis dengan melamar kerja sebagai karyawan. Kesempatan naskah saya terbit akhirnya datang setelah saya bekerja sebagai karyawan. Namun dari penjualan novel/buku saya, ternyata hasilnya kurang menggembirakan. Memang ada royalti, tapi tidak terlalu banyak. Hanya sekedarnya buat jajan. Seolah bahwa penghasilan dari menulis hanyalah sambilan. Padahal pada kenyataannya, untuk menghasilkan suatu karya yang menarik, butu...

Preview Episode 08 – Kamen Rider Zeztz

Pendahuluan Serial Kamen Rider Zeztz, yang dikenal sebagai bagian dari waralaba tokusatsu Kamen Rider Series, mengusung tema “mimpi sebagai misi” di mana sang protagonis Baku Yorozu (diperankan oleh Ryutaro Imai) memasuki dunia mimpi sebagai agen rahasia untuk melawan makhluk yang disebut Nightmares. ( Kamen Rider Wiki ) Untuk Episode 08 (judul Jepang: Case8: Entertain/饗(もてな)す , Motenasu) — seperti tercatat di daftar episode resmi. ( Kamen Rider Wiki ) Dalam preview-nya, muncul sebuah lokasi baru yang menarik: sebuah restoran klasik bernama Royal Jōkin , yang telah berusia seabad, dan menjadi pusat dari konflik cerita kali ini—bercampur antara tradisi kuliner dan ancaman senjata biologis. Berikut adalah ulasan lengkap preview Episode 08: latar cerita, poin kunci konflik, karakter yang terlibat, serta beberapa spekulasi dan hal yang layak diperhatikan. 1. Latar Cerita & Konflik Utama Royal Jōkin adalah restoran yang sudah berusia sekitar satu abad – sebuah warisan kuliner yang...