Skip to main content

Minus 1 [Minus One]

Sabtu, 20 Februari 2010, Gwe seperti Sabtu-sabtu sebelumnya berangkat ke tempat les keyboard. Gwe nyampe di tempat les jam 17:30an. Jadwal les Gwe masih setengah jam kemudian.

Sebelomnya Gwe dapet pesen dari tukang ojek langganan Gwe buat nanyain sodaranya, yang katanya kerja di sini. Berdasarkan deskripsinya, Gwe ada gambaran siapa yang dimaksud, yang Gwe pikir adalah salah satu guru gitar klasik. Dan, sembari nunggu waktu, Gwe sapa lah orang itu. Eh, ternyata dia bukan orang yang dimaksud. Namun, kita sempet ngobrol-ngobrol dan gak tau gimana, tiba-tiba nyambung soal “Minus One”. Katanya selaen ngajar di tempat les ini, dia juga bikin “Minus One”. Gwe sebenernya pernah denger istilah ini, tapi agak lupa-lupa inget (gara2 Kuburan keknya). Keknya pernah ada temen atau sodara yang bilang. Karena kepikiran, jadi Gwe rasa ada bagusnya soal “Minus One” ini dibahas.

Apa itu “Minus One”? Gwe dah coba googling, ternyata ga ada situs yang secara resmi ngasih arti harafiah dari istilah ini. Ada sedikit penjelasan di forum internet. Yang bisa Gwe simpulkan sih, kurang lebih “Minus One” berarti sebuah lagu/rekaman yang salah satu instrumentnya dihilangkan/tidak diikutsertakan. Misalkan sebuah lagu terdiri dari: vokal, gitar, bass, drum dan keyboard. Lagu disebut “Minus One” drum, jika instrument drum-nya dihilangkan atau tidak ada, dan seterusnya.

Namun, pada umumnya istilah “Minus One” diaplikasikan lebih kepada lagu yang tidak memiliki vokal, seperti yang bisa kita dengar pada lagu karaoke. Artis / penyanyi solo / kelompok vokal, yang tidak memainkan instrument sendiri, maupun memiliki band/musisi pengiring, biasanya menggunakan “Minus One” untuk mengiringinya bernyanyi. Artis / penyanyi solo / kelompok vokal ini bisa memesan “Minus One” pada musisi kepercayaan mereka. Jadi saat tampil, penyanyi harus selalu berpatokan pada “Minus One” rekaman. Mereka tidak bisa seenaknya berimprovisasi memendekkan atau memanjangkan lagu.

Soal harga bervariasi, tapi biasanya artis yang udah punya nama dikenai biaya yang lebih mahal dari orang biasa/penyanyi yang belom begitu terkenal. Kehandalan dan keterkenalan musisi yang mengerjakan “Minus One” juga membuat harganya bervariasi: bisa mahal, bisa murah.

Tentunya, biar bagus “Minus One” ini harus direkam beneran, dalam arti setiap instrument benar-benar dimainkan dan direkam menjadi sebuah lagu utuh. Pada umumnya yang terjadi, “Minus One” diaransemen pakai keyboard programming (Datanya berwujud MIDI biasanya). Ya, enggak begitu masalah sih, asalkan “Minus One” hasilnya mirip atau persis dengan lagu aslinya/lagu yang dimaksud. Bisa juga “Minus One” ini original, dalam arti lagu baru yang belom pernah dinyanyikan orang lain. Tapi kalau yang begini biasanya tidak disebut “Minus One”, tapi aransemen lagu baru/lagu original.

Bikin lagu yang udah ada jadi “Minus One”?
Trus, bisa nggak sih misalnya kita ngilangin vocal dari lagu yang udah ada (format MP3 atau WAV), sehingga lagu itu jadi “Minus One”? Pake program computer misalnya.
Jawabannya Bisa, tapi nggak sempurna. Ada sejumlah program music computer yang memiliki fasilitas vocal remover. Namun sayangnya, cara ini nggak bisa dibilang sempurna. Yang biasa terjadi adalah, suara vocal bisa ditekan hingga volumenya jadi kecil, tapi nggak bisa hilang sama sekali. Selain itu, dengan proses program ini, kulitas music/instrument lagu juga mengalami perubahan. Yang pernah Gwe alami adalah suaranya jadi agak treble, tipis, pokoknya nggak asyik.
Karena itu, kalau mau bikin “Minus One” atau lagu karaoke yang bagus, ya.. mesti bikin sendiri (atau dibikinin orang laen, dengan biaya tentunya) lah. Selamat ber-“Minus One” ;)
Sunday, February 21, 2010 [10:40-12:37] WIB

Comments

Popular posts from this blog

Piramida Terbalik: Cara Jitu Membuat Artikel Menarik

Sebuah artikel yang baik haruslah padat dan informatif. Bukan malah bertele-tele, berputar-putar, atau malah diulang-ulang. Padahal sejak SD, kita sudah diajarkan menulis. Namun untuk bisa membuat tulisan yang terstruktur, menarik, dan enak dibaca memang ada suatu teknik khusus. Dalam dunia kewartaan teknik tersebut dikenal dengan istilah Piramida Terbalik , yang dilengkapi dengan rumus 5W+1H dalam menulis sebuah berita. Apa sih maksudnya? Tentu saja hal ini bukan mengenai suatu bangunan antik dari negeri Mesir, tetapi istilah ini untuk menggambarkan bagaimana cara kita menulis. Kalau Anda melihat piramida, bentuknya mirip dengan segitiga. Bagian atasnya adalah puncak, makin ke bawah makin lebar. Namun kalau piramida atau segitiga ini posisinya kita balik, terlihat bahwa bagian paling atas yang lebar atau luas, terus mengecil ke bawah menjadi titik runcing. Serupa dengan bentuk segitiga terbalik tersebut, suatu artikel akan lebih terstruktur apabila di bagian awal atau ...

Apakah Penghasilan dari Profesi Penulis Bisa untuk Hidup di Indonesia?

Sewaktu kuliah di program studi S1 Sastra Inggris sekitar 20 tahun lebih yang lalu, saya sempat ingin bekerja dan hidup sebagai penulis. Artinya saya berharap mendapat penghasilan yang layak dengan menjadi penulis, khususnya untuk karya fiksi. Secara konkretnya yaitu membuat novel. Saat itu iklim perbukuan cetak di Indonesia masih cukup baik. Orang masih banyak yang mau membeli buku, meskipun internet mulai menjadi budaya di masyarakat. Namun saat itu saya masih dalam fase belajar. Tak satupun naskah saya diterima penerbit mayor. Maka itulah kenapa saya akhirnya bersikap realistis dengan melamar kerja sebagai karyawan. Kesempatan naskah saya terbit akhirnya datang setelah saya bekerja sebagai karyawan. Namun dari penjualan novel/buku saya, ternyata hasilnya kurang menggembirakan. Memang ada royalti, tapi tidak terlalu banyak. Hanya sekedarnya buat jajan. Seolah bahwa penghasilan dari menulis hanyalah sambilan. Padahal pada kenyataannya, untuk menghasilkan suatu karya yang menarik, butu...

Preview Episode 08 – Kamen Rider Zeztz

Pendahuluan Serial Kamen Rider Zeztz, yang dikenal sebagai bagian dari waralaba tokusatsu Kamen Rider Series, mengusung tema “mimpi sebagai misi” di mana sang protagonis Baku Yorozu (diperankan oleh Ryutaro Imai) memasuki dunia mimpi sebagai agen rahasia untuk melawan makhluk yang disebut Nightmares. ( Kamen Rider Wiki ) Untuk Episode 08 (judul Jepang: Case8: Entertain/饗(もてな)す , Motenasu) — seperti tercatat di daftar episode resmi. ( Kamen Rider Wiki ) Dalam preview-nya, muncul sebuah lokasi baru yang menarik: sebuah restoran klasik bernama Royal Jōkin , yang telah berusia seabad, dan menjadi pusat dari konflik cerita kali ini—bercampur antara tradisi kuliner dan ancaman senjata biologis. Berikut adalah ulasan lengkap preview Episode 08: latar cerita, poin kunci konflik, karakter yang terlibat, serta beberapa spekulasi dan hal yang layak diperhatikan. 1. Latar Cerita & Konflik Utama Royal Jōkin adalah restoran yang sudah berusia sekitar satu abad – sebuah warisan kuliner yang...