Skip to main content

ASUS ROG Strix G dan ROG Strix Scar, Laptop Handal untuk Game Enthusiast

Kokoh, namun tetap stylish, begitu impresi saya begitu melihat tampilan luar dari laptop ROG Strix G 16 dan ROG Strix Scar 18. Kedua laptop tersebut membuat saya terpana, sesaat begitu memasuki Ruang Nimbo, Hotel Awann Sewu, Semarang pada Jumat sore, 16 Februari 2024 dalam memenuhi undangan kegiatan “ROG Innovation Blogger Gathering Roadshow”.

Di meja pajang, saya melihat kedua laptop tersebut memiliki layar yang lebar. Cocok untuk memanjakan pandangan mata, terutama para game enthusiast. Itulah ciri khas laptop gaming. Lebih lanjut dalam paparannya, Muhammad Firman, Head of Public Relations ASUS Indonesia menjelaskan bahwa ROG Strix SCAR 16/18 dibekali dengan layar ROG Nebula HDR yang menggunakan panel Mini LED. Sementara untuk ROG Strix G16/G18 dibekali dengan layar ROG Nebula Display. Dengan dukungan standar HDMI 2.1 baru, total bandwidth laptop ROG Strix meningkat dari 18Gbps menjadi 48Gbps, sehingga memungkinkan gamer mendapatkan video berkualitas tinggi hingga 4K 120Hz atau bahkan 8K 60Hz dengan HDR10+ dan eARC. Dengan mendapatkan video dan audio definisi tinggi generasi berikutnya, gamer dapat mengeluarkan kekuatan penuh dari GPU RTX mereka untuk pengalaman bermain game dan menonton yang benar-benar imersif.

Berikutnya, Muhammad Firman menjelaskan bahwa keduanya dirancang sebagai laptop paling powerful. Tak hanya dari sisi luar saja, sebagai motor penggerak utama ROG Strix SCAR 16/18 dibekali dengan CPU Intel® Core™ i9-14900HX dengan TDP hingga 65W, serta GPU NVIDIA GeForce RTX™ 4090 dengan TGP hingga 175W. Dengan kekuatan ini, diyakini semua game yang beroperasi di platform PC bisa dijalankan. Sedangkan ROG Strix G16/G18 ditenagai oleh CPU hingga Intel® Core™ i9-14900HX dengan TDP hingga 65W.

Risiko laptop dengan kinerja yang tinggi adalah hardware mudah panas. Untuk itu kedua tipe ROG Strix tersebut didukung sistem pendingin tiga kipas yang dapat menjaga suhu operasionalnya secara optimal. Khusus untuk ROG Strix Scar, dengan performanya yang sangat kencang, laptop gaming ini juga sangat ideal untuk eksperimen AI.

Ketika hands on, saya menemukan satu tombol unik di panel keyboard laptop, yaitu logo ROG. Ternyata begitu ditekan, berjalanlah aplikasi Armoury Crate. Fitur ini memungkinkan tuning performa, termasuk pengaturan clockspeed dan fan curve, serta opsi untuk mematikan core CPU tertentu, dan mendukung penyesuaian performa untuk kebutuhan eksperimen AI. Demikian penjelasan dari Nadia Soputan, Marketing in-Training ASUS Indonesia, yang juga hadir pada event yang dihadiri para blogger Kota Semarang ini.

Suara juga termasuk elemen yang penting dalam bermain game. Audio menentukan suasana hati dan memberi pemain game isyarat terkait lingkungan di dunia game. Dari sisi audio, ROG Strix dilengkapi dengan suara surround Dolby Atmos menambah kedalaman dan arah audio, membantu gamer menentukan posisi dan pergerakan musuh. Smart Amp meningkatkan volume karakter game. Bahkan membuat langkah kaki yang lembut menjadi jelas. Obrolan suara menjadi lebih jelas dengan peredam bising, yang menghilangkan suara yang tidak diinginkan yang berasal dari mikrofon masing-masing gamer.

Guna memberikan aksesibilitas permainan game online secara cepat, ROG Strix dilengkapi LAN 2,5Gbps. Hardware ini tidak hanya memungkinkan koneksi stabil untuk menyelamatkan pengguna dari masalah jaringan yang lemah, namun juga meningkatkan kecepatan transmisi 2,5x dari Gigabit LAN standar. Karena itu pengguna ROG Strix dapat mengandalkannya untuk mudah menangani tugas-tugas intensif data di kantor atau di rumah.

Berikut adalah rincian lengkap fitur yang dimiliki oleh masing-masing tipe ROG Strix: 


Dengan berbagai fitur tersebut menjadikan ROG masih menjadi laptop gaming terbaik di Indonesia.

Republic of Gamers alias ROG adalah laptop besutan ASUS selama ini telah dikenal memiliki kehandalan dalam bidang grafis dan kinerja yang memuaskan, terutama untuk para pemain gim atau gamers. Nah, di tahun 2024 ini, khususnya bulan Maret nanti, ASUS akan segera melengkapi jajaran laptop gaming terkininya yang tak hanya menyenangkan untuk bermain gim, tapi juga handal untuk membuat konten, serta eksperimen AI.

Ada 3 lini utama dari ROG yang akan segera hadir tersebut. Menurut Muhammad Firman, selain seri ROG Strix, akan hadir seri ROG Zephyrus G yang sangat stylish dan seri TUF Gaming yang menyasar gamer pemula.

Lebih lanjut, Muhammad Firman mengatakan  terdapat 5 aspek yang menjadi benang merah di antara jajaran laptop gaming tersebut, yaitu dari sisi inovasi ringan dan kokoh, dari sisi desain futuristik, kinerja yang powerfull, sistem pendinginan yang cerdas, serta layar monitor swift display.

Wah, kayaknya keren dan seru ya Gaes, laptop-laptop dari ASUS ini. Tertarik untuk mencoba dan punya?

Comments

Popular posts from this blog

Piramida Terbalik: Cara Jitu Membuat Artikel Menarik

Sebuah artikel yang baik haruslah padat dan informatif. Bukan malah bertele-tele, berputar-putar, atau malah diulang-ulang. Padahal sejak SD, kita sudah diajarkan menulis. Namun untuk bisa membuat tulisan yang terstruktur, menarik, dan enak dibaca memang ada suatu teknik khusus. Dalam dunia kewartaan teknik tersebut dikenal dengan istilah Piramida Terbalik , yang dilengkapi dengan rumus 5W+1H dalam menulis sebuah berita. Apa sih maksudnya? Tentu saja hal ini bukan mengenai suatu bangunan antik dari negeri Mesir, tetapi istilah ini untuk menggambarkan bagaimana cara kita menulis. Kalau Anda melihat piramida, bentuknya mirip dengan segitiga. Bagian atasnya adalah puncak, makin ke bawah makin lebar. Namun kalau piramida atau segitiga ini posisinya kita balik, terlihat bahwa bagian paling atas yang lebar atau luas, terus mengecil ke bawah menjadi titik runcing. Serupa dengan bentuk segitiga terbalik tersebut, suatu artikel akan lebih terstruktur apabila di bagian awal atau ...

Apakah Penghasilan dari Profesi Penulis Bisa untuk Hidup di Indonesia?

Sewaktu kuliah di program studi S1 Sastra Inggris sekitar 20 tahun lebih yang lalu, saya sempat ingin bekerja dan hidup sebagai penulis. Artinya saya berharap mendapat penghasilan yang layak dengan menjadi penulis, khususnya untuk karya fiksi. Secara konkretnya yaitu membuat novel. Saat itu iklim perbukuan cetak di Indonesia masih cukup baik. Orang masih banyak yang mau membeli buku, meskipun internet mulai menjadi budaya di masyarakat. Namun saat itu saya masih dalam fase belajar. Tak satupun naskah saya diterima penerbit mayor. Maka itulah kenapa saya akhirnya bersikap realistis dengan melamar kerja sebagai karyawan. Kesempatan naskah saya terbit akhirnya datang setelah saya bekerja sebagai karyawan. Namun dari penjualan novel/buku saya, ternyata hasilnya kurang menggembirakan. Memang ada royalti, tapi tidak terlalu banyak. Hanya sekedarnya buat jajan. Seolah bahwa penghasilan dari menulis hanyalah sambilan. Padahal pada kenyataannya, untuk menghasilkan suatu karya yang menarik, butu...

Preview Episode 08 – Kamen Rider Zeztz

Pendahuluan Serial Kamen Rider Zeztz, yang dikenal sebagai bagian dari waralaba tokusatsu Kamen Rider Series, mengusung tema “mimpi sebagai misi” di mana sang protagonis Baku Yorozu (diperankan oleh Ryutaro Imai) memasuki dunia mimpi sebagai agen rahasia untuk melawan makhluk yang disebut Nightmares. ( Kamen Rider Wiki ) Untuk Episode 08 (judul Jepang: Case8: Entertain/饗(もてな)す , Motenasu) — seperti tercatat di daftar episode resmi. ( Kamen Rider Wiki ) Dalam preview-nya, muncul sebuah lokasi baru yang menarik: sebuah restoran klasik bernama Royal Jōkin , yang telah berusia seabad, dan menjadi pusat dari konflik cerita kali ini—bercampur antara tradisi kuliner dan ancaman senjata biologis. Berikut adalah ulasan lengkap preview Episode 08: latar cerita, poin kunci konflik, karakter yang terlibat, serta beberapa spekulasi dan hal yang layak diperhatikan. 1. Latar Cerita & Konflik Utama Royal Jōkin adalah restoran yang sudah berusia sekitar satu abad – sebuah warisan kuliner yang...