JANGAN PERNAH JADI PENGUSAHA, INI ALASANNYA

http://theladyportico.deviantart.com/art/Sweet-Lips-18560759
Ketahuilah wahai manusia bahwa apa yang dibayangkan orang, dan apa yang dikatakan para motivator itu hanyalah manisan mulut belaka. Apalagi yang pembicara/narasumber dalam seminar MLM, jadi pengusaha pada kenyataannya tak seindah dalam kata-kata. Berikut adalah sejumlah resiko yang kemungkinan menghadang:.


1.    Waktu yang terikat orang laen
Bekerja sendiri berarti kamu harus bisa menentukan waktu atau jam kerja sendiri. Kesannya waktu kerja fleksibel, padahal sebenarnya tidak. Kamu harus disiplin dalam jam kerja. Gak mungkin kan misalnya punya warung makan, senin buka jam 6, selasa buka jam 10, rabu buka jam 8, suka-suka sendiri begitu. Bisa ditinggal kabur pembeli kalau seperti itu. Jadi kesimpulannya menjadi pengusaha harus terikat dengan waktu orang lain membutuhkan anda. Pada pekerjaan tertentu klien suka minta buru-buru, diminta datang mendadak, ga peduli jam istirahat atau malah tanggal merah.

2.    Harus Kuat Modal
Mau mancing ikan aja butuh cacing, apalagi kalau mau dapet duit banyak tentunya butuh modal yang juga ga sedikit. Kalau mau usaha ya tentu saja harus ada modal, baik itu duit, harta ga bergerak, ilmu, maupun pengalaman. Ga mungkin lah misalnya kalau kamu bisnis properti hanya jual omongan doang, kecuali kamu emang usahanya di bidang makelar atau narasumber motivasi. Pemerintah aja bikin peraturan kalau mau bikin perusahaan, entah itu bentuknya CV, PT atau lainnya harus minta ijin. Di situ kadang ada oknum yang minta tips biar perijinan lancar.

3.    Ditipu rekanan joinan
Dalam usaha, karena keterbatasan modal atau pengetahuan kadang bikin joinan. Namun terkadang ada yang mulai tergoda untuk dapat penghasilan atau persentase lebih besar. Di situ kalau ga ati-ati bisa ada pihak yang curang atau menipu. Yang semula kawan bisa jadi lawan.

4.    Terjerat Utang
Kalau ga punya modal sendiri, calon pengusaha bisa pinjem duit, baik itu ke ortunya sendiri, saudara, teman atau bahkan bank. Tapi harus hati-hati, udah kadung utang eh usahanya ga jalan atau hasilnya ternyata dikit. Bisa-bisa kamu terjerat utang, belum harus bayar bunganya, terus dikejar-kejar debt collector.

5.    Penghasilan Tidak Tetap
Mencari uang sendiri berarti harus siap dengan flukstuasi penghasilan yang tidak tetap. Bahkan di beberapa usaha tertentu yang masih baru mulai, karena belum banyak konsumen, usaha sepi dan penghasilan tidak jelas. Kadang tinggi, kadang sedikit, kadang gak laku. Padahal tiap hari butuh makan, butuh yang lain-lainnya juga, beli ini, beli itu, ngegaji karyawan. Belum lagi kalau kena sakit, ga dapat duit, malah keluar uang. Pusing pala Babi.

6.    Ketemu Konsumen Bawel
Ada pepatah bahwa pembeli adalah raja. Sebagai imbasnya ada aja pembeli yang selain buru-buru, suka bawel, ngomel, komplain. Karena mereka yang ngasih duit, sebenarnya mereka lah majikan atau atasan Anda. Jadi mau nggak pengusaha mau harus tunduk mengalah pada pembeli/klien.



7.    Anak Buah Rewel
Kalau usaha sudah berkembang atau sifat dari usaha itu kompleks, sehingga membutuhkan bantuan orang lain, maka pengusaha harus pandai memilih karyawan. Orang jaman sekarang, makin pinter sekolahnya, malah makin males kerja kasar. Maunya kerja sedikit, gaji banyak. Ada juga karyawan yang susah diatur, suka bolos  atau bahkan keluar tanpa kabar. Belum lagi ada yang suka nilep duit usaha, trus dapet pengalaman sedikit keluar kerja trus ikut-ikutan bikin usaha yang sama. Repot jadi pengusaha kalau ga dapat karyawan rajin dan jujur.

8.    Mikirin Duit Untuk Orang Lain
Dalam usaha yang tidak dikerjakan sendirian, pengusaha selain nyari duit buat dirinya, juga harus mikirin duit biar bisa ngegaji karyawan. Jelas itu. Lalu di beberapa usaha, kadang ada oknum pemerintah atau penegak hukum yang suka iseng memeriksa, terus cari-cari kesalahan. Pengusaha harus mikir nyisihin duit buat pungli seperti itu. Selain itu ada juga komponen pajak yang harus diberikan kepada pemerintah dalam periode tertentu. Makin dikit untung yang diraih pengusaha. Makanya ada pengusaha yang curang mengurangi kualitas produknya demi laris  manis atau bahkan menggunakan bahan yang berbahaya bagi keseharan.

9.    Disantet/Diserang Pengusaha Serupa
Yang namanya usaha dari jaman dulu sampai sekarang, bentuknya mirip-mirip. Fotokopi dari dulu juga begitu, warung makan dari dulu juga gitu-gitu gak banyak bedanya, atau malah inovasi baru. Apalagi kalau kamu pemaen usaha baru, acapkali menimbulkan sentimen ke pihak yang sudah bikin usaha duluan, yang sudah dalam zona nyaman, terutama kalau kamu mulai lebih laris dari mereka, atau malah konsumen beralih ke kamu. Gak dapat dipungkuri, jaman sekarang masih aja ada orang yang maen dukun atau menggunakan black campaign atau isu kotor untuk menjatuhkan usaha orang lain.

Itulah sejumlah resiko yang mungkin akan dihadapi orang yang mau jadi pengusaha. Siapkan fisik dan mental kalau memang mau terjun ke dunia keras itu, dan tentunya banyak amal dan doa. Kalau nggak siap, ya udah jadi karyawan aja. Enak ga usah pusing mikir macem-macem.


Lo Pikir Enak Jadi Pengusaha? Ya Enak! Bayangkan!

Comments

Popular posts from this blog

Tutorial Cara Menghubungkan Keyboard Musik dengan Komputer

Film Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno Bahasa Indonesia

Membantu Operasi Kaki Kucing