RECAPS 2010 & RESOLUSI 2011

Pergantian tahun adalah sesuatu yang alamiah. Selama bumi dan matahari masih berputar, selama waktu masih berjalan, dan selama manusia mau mengikuti tatanan ini, maka sudah semestinya hal tersebut akan terjadi. Pergantian tahun bagi sebagian orang tak begitu banyak berpengaruh, namun bagi sebagian lain merupakan suatu fase penting yang harus dilewati. Orang bisa menjadi lebih baik dengan melakukan Instrospeksi atas apa yang telah dilakukan selama setahun sebelumnya, dan merancang apa yang ingin dilakukan dan diraih pada setahun ke depan. Begitu juga dengan Gwe, gag mungkin gwe akan stagnan, berpuas diri atas apa yang telah diraih sekarang, dan melepaskan kesempatan yang lebih baik di masa depan. Through this writing, Gwe akan coba jabarkan apa yang udah gwe dapet dan apa yang ingin gwe upayakan di masa depan.

Recaps 2010

1.    Belajar Keyboard

Seperti yang udah dibahas pada tulisan yang pernah muncul sebelumnya, gwe mencanangkan tahun 2010 sebagai a musical year. Ini adalah imbas dari kejenuhan Gwe menunggu naskah fiksi karya Gwe terpublikasikan. Sejujurnya Gwe enggak bosen nulis fiksi, tapi Gwe bosen nunggu, ngga ada karya fiksi Gwe yang terbit, maka gwe memutuskan untuk stop dulu nulis fiksi. Buat apa capek-capek bikin karya tapi cuman ada di computer doang. Gwe maunya bisa berkarya dan orang bisa menikmati karya gwe dengan penghargaan yang layak. Artinya karya Gwe dapat terbit dan dibeli masyarakat dengan nilai yang wajar. Keputusan berhenti nulis fiksi ini juga ditambah dengan pengalaman sebelumnya, yaitu ada 2 buku Gwe yang udah terbit, tapi secara penjualan kurang bagus. Dari masing-masing dicetak 3.000 eksemplar, namun setelah 2 tahun berjalan, hanya dapat terjual masing-masing sekitar 2.000 eksemplar. Lumayan, namun tidak membuat Gwe dapat bergairah. Ngga tau juga apa yang miss di penjualan ini. Apakah karena ceritanya memang kurang bagus/unik? Promosinya kurang? Jumlah cetakannya terlalu sedikit? Atau apa? Kalau dari cover dan packaging menurut Gwe sudah cukup layak. Distribusi juga dipegang perusahaan yang cukup punya pengalaman dan nama, sehingga bisa didapat di toko-toko buku terkemuka. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka gwe untuk sementara waktu nggak nulis fiksi dulu. Tahun 2010 Gwe fokuskan untuk memelajari kembali alat music keyboard.

Apa alasan Gwe belajar musik? Gwe pengin lebih dikenal orang, alias cari nama. Itu akan berimbas pada seberapa banyak orang mengapresiasikan karya Gwe dan membelinya. Music maupun tulisan fiksi sama-sama sebuah karya, dan Gwe senang berkarya. Bedanya adalah tulisan, khususnya yang berwujud novel agak lama menikmatinya. Seseorang tidak mungkin bisa selesai membaca sebuah novel dalam waktu sepuluh menit. Sementara lagu, umumnya 3 – 5 menit aja udah kelar. Orang kalau melihat barang bagus, atau sudah kenal, akan lebih mudah mengambil keputusan untuk membeli/menikmati atau tidak. Dan kalau orang sudah dikenal dan disukai karyanya, maka jualannya kemungkinan besar lebih laku.

Back to music, sebelumnya, sekitar tahun 2003, waktu jaman kuliah, gwe sempat kursus keyboard di Purnomo musik, Semarang. Namun, gwe baru belajar basic aja. Kurikulum yang dipake adalah punya merek Technic. Sementara waktu itu, keyboard yang di rumah, yang gwe pakai untuk latihan adalah keyboard Yamaha PSR milik adek gwe. Secara teknis permainan sih sama aja, bisa dianalogikan: melodi maupun chord. Namun secara programming, bikin iringan lagu, agak beda. Gwe agak kesulitan karena caranya beda. Selain itu mungkin karena gwe kurang telaten juga karena waktu itu, gwe kuliah dan les di Semarang, sementara keyboard di rumah di Cepiring, Kendal. Otomatis waktu latihannya cuman akhir pekan:  sabtu - minggu aja. Apalagi gag lama kemudian karena butuh duit, Keyboard di rumah dijual. Engga bisa latihan lagi deh. Stop les-nya. Maka tahun 2010 ini Gwe memutuskan untuk les keyboard lagi. Pilihan jatuh ke salah satu sekolah music asuhannya Yayasan Musik Indonesia atau lebih dikenal dengan Yamaha School. Lebih spesifik lagi gwe belajar Keyboard di Sincere Music, Bungur Besar, Jakarta Pusat. Alasan kenapa Gwe milih disitu tentu saja karena lokasinya yang paling deket kosan gwe di Tanah Abang I. Gwe dapet guru yang funky punya. Usianya keknya gag beda jauh di atas Gwe, rambutnya gondrong, dan orangnya familiar. Buku dasar udah kelar. Seminggu sekali Gwe latian satu lagu, kadang molor kalo pas Gwe engga konsen, dan kadang juga ijin kalo ada kerjaan kantor. So far so good lah. Abis buku dasar abis, gwe diajarin soal scale, rumus chord mayor, minor, dan Diminished. Lumayan dikatrol hapalan chord-nya, yang sebelumnya cuman belajar chord baru yang didapet dari lagu yang dimainin. Kemampuan dan sense music Gwe lumayan naik dikit, dibanding 7 taon lalu. Engga lama lagi Gwe akan masuk ke buku berikutnya. Selain teknik keyboard, guru Gwe juga ternyata belajar mixing dan digital music. Sama kayak gwe dia juga suka utak-atik FL studio, tapi kami jarang bahas program itu. Gwe sendiri juga engga piawai amat kok.

Pas awal-awal belajar Keyboard, gwe masih pake laptop + Keyboard controller, karena kadung Gwe beli tahun 2009 untuk obsesi home recording studio. Tapi setelah berjalan beberapa lama, ternyata yang ada itu kurang memenuhi kebutuhan gwe. Keyboard tempat les gwe adalah jenis Keyboard arranger, yang artinya sudah ada/included music pengiringnya, sound bank, dan bisa diprogram. Pokoknya sistemnya beda deh ama FL Studio + keyboard controller. Mau ngga mau, Gwe rasa gwe harus menyesuaikan. Maka dibeli lah Yamaha PSR-910s. Punya lesan PSR-900, tapi itu model yang udah nggak diproduksi. Yang gwe beli versi update/revisi-nya. PSR paling baru dari Yamaha, Copyrightnya aja 2009. Sesudah itu Gwe jadi sering latian pakai PSR daripada laptop. Ada banyak hal yang belum sempet Gwe eksplorasi, diantaranya soal Style. Gwe janji nerusin mendalaminya tahun 2011.

2.    Nulis Buku Musik
Emang untuk sementara waktu gwe stop nulis fiksi, tapi Gwe nggak stop nulis. Seiring dengan belajar keyboard dan FL Studio, maka tahun 2010 ini Gwe nulis naskah tentang bagaimana menggunakan FL Studio 9.1 (sekarang versi 9.6 udah keluar). Emang sih, gwe sendiri belom professional dalam menggunakan FL Studio, tapi paling engga Gwe bisa praktekkin apa yang udah gwe tulis (ya kadang2 masi lupa juga sih). Niat nulis ini, selain biar gwe tetep apal FL Studio, juga biar orang laen bisa belajar. Sampai saat ini naskah tersebut belom diterbitin. Pernah sekali gwe ajuin ke penerbit kenalan Gwe, tapi orangnya belom kelar baca (sejak Oktober 2010 lalu sampai sekarang, namanya juga bisnisman, doi sibuk abis).

3.    Upaya Menerbitkan Buku Sendiri

Memang benar tahun 2010 Gwe nggak bikin naskah buku fiksi, tapi di gudang data gwe masih ada sejumlah naskah yang belum diterbitin. Tahun 2010 ini Gwe berinisiatif untuk nerbitin buku sendiri. Nggak bisa dibilang benar-benar sendiri sih, intinya Gwe pakai biaya sendiri untuk menerbitkan naskah dengan bantuan penerbit tertentu. Naskah yang gwe pilih untuk diterbitin adalah “Romantika Pengangguran”. Pertimbangannya adalah naskah non-fiksi komedi, dengan tema cerita kehidupan sendiri akan lebih mudah diterima masyarakat. Memang tema besar seperti ini sudah ada, tapi soal pengangguran kan belum. Namun setelah diskusi dengan penerbit, judul terpaksa diganti, karena tema cinta lebih popular, maka judul buku ini menjadi “Boedjang lapoek Mentjari Tjinta”. Diambil dari satu-satunya naskah fiksi dari 21 cerita yang ada. Orang yang Gwe minta tolong untuk membantu proses penerbitan naskah ini adalah mas Gara, penulis novel historis “Samudera Pasai”. Sayangnya sampai tahun 2010 ini berakhir, buku Gwe belum dapat beredar di pasaran. Semoga Januari 2011 nanti bisa benar-benar terbit.

Masi tentang peberbitan buku, namun kali ini naskah yang gwe ajuin ke penerbit. Tidak sengaja ada tawaran di milis soal penerbitan buku, salah satu yang akan diambil adalah naskah anak. Kebetulan salah Gwe punya satu naskah anak fantasi, yaitu “Selestia dan Penjara Teka-teki”. Dari sample & synopsis yang Gwe kirim penerbit tertarik, namun ingin membaca secara lebih lengkap. Maka gwe kirimkan lah naskah print-out nya secara keseluruhan. Sekarang masi proses reading di penerbit. Semoga bisa sesuai dengan kemauan mereka, dan pada akhirnya bisa diterbitkan.

4.    Perjalanan Dinas
Sebenernya ini nggak bisa dibilang prestasi, karena emang tugas kantor. Ini sekedar catetan udah ke kota/provinsi mana aja gwe sepanjang tahun 2010. Tahun ini emang Gwe engga banyak pergi cos udah ada anak-anak baru yang difokuskan sebagai reporter.
a.    Biak, Papua. Kali ke-2 ke Papua, sebelumnya tahun 2009 liputan khusus Damri di Sorong. Kali ini acara peresmian kapal oleh menteri.
b.    Semarang, kali yang udah nggak keitung klo dijumlahkan dengan yang bukan tugas dinas. Kali ini untuk liputan khusus sekolah pelaut.
c.    Kupang, NTT. Sekali. Acara peresmian kapal.
d.    Surabaya. Dua kali tahun ini. Pertama dampingi Wamen yang meninjau jalur kereta di porong, Sidoarjo. Kali ke-2 Acara pendampingan mentri yang jalan bareng Mentri Koordinator Ekonomi dan mentri-mentri lainnya.
e.    Medan. Dua kali tahun ini. Pertama acara ITSAP. Kedua acara pendampingan mentri yang jalan bareng Mentri Koordinator Ekonomi dan mentri-mentri lainnya.
f.    Ambon. Baru sekali. Liputan khusus menjelang kegiatan Sail Banda.
g.    Banjarmasin. Sekali, liputan penerbangan haji perdana di wilayah tersebut.
h.    Bali = 3 kali. Sekali bareng Garuda, sekali liputan khusus Rakornis Hubdat, bareng bos, dan terakhir liputan cpns bareng Kabiro Kepegawaian & Kabag TU puskom.
i.    Lombok = 2 kali. Sekali, waktu dampingin staf Wamen untuk ikut acara Forum Humas Puskom, dan sekali liputan khusus Bandara Internasional Lombok. (total pernah ke NTB 3 kali, tahun 2009 acara pelatihan bareng Puskom).
j.    Oh ya, hampir lupa, selain perjalanan Dinas di Dalam Negeri, kantor juga memberi kesempatan Gwe untuk Dinas ke Luar Negeri, satu kali di tahun 2010 ini, yaitu ke Malaysia. Tugas yang dilaksanakan menjelang Lebaran tersebut merupakan pantauan arus mudik Warga Negara Indonesia (WNI)/ Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak mudik Lebaran.

5.    Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa
Masih soal kerjaan kantor. Setelah tahun 2009 kemaren ikut2an jadi panitia lelang, tahun 2010 ini pun karena Gwe punya sertifikasi lelang L, serta punya bos gwe udah kadaluarsa, maka gwe ditugasin jadi panitia lelang. Untuk sub bidang sendiri, Gwe nanganin 2 lelang, dan mau nggak mau jadi ketua. Sementara di bidang lain, gwe jadi anggota untuk 4 kegiatan lelang. Setelah keluar Perpres 54 tahun 2010 menggantikan kepres 80 tahun 2003, maka untuk tahun depan (2011) aturan yang baru yang dipakai. Jadi, mau nggak mau harus belajar lagi deh.

Resolusi 2011
Ada banyak hal yang ingin gwe raih dan capai di tahun 2011, namun penjabaran atau langkah-langkahnya cukup Gwe tulis di computer pribadi aje ye, hehe... Secara garis besar-nya sih, ini:
1.    Pindah kerja. Biar deket ama ortu, terlebih Bapak yang pernah kecelakan, Gwe pengin bisa pindah dari Jakarta ke Kendal/atau daerah terdekat (Semarang). Biar kalau ada apa-apa Gwe bisa gerak cepat. Status: on going process.
2.    Boedjang Lapoek Mentjari Tjinta terbit. Yak, proyek pribadi yang lumayan molor lama ini (sekitar 2 bulanan) mudah-mudahan bisa terbit di awal tahun 2011.
3.    Vocal Effect. Kalau suatu saat ngeband, Gwe pengin punya vocalis sendiri. Tapi kadang-kadang Gwe juga pengin nyanyi ndiri. So, vocal effect bisa digunakan untuk membantu Gwe bernyanyi dengan lebih cool ;)
4.    Roland JUNO Stage. Tak bisa dipungkiri bahwa PSR hanya cukup untuk maen di kodangan atau semacamnya. Biar bisa maen live band, Gwe mempertimbangkan untuk punya keyboard Synthesizer. Gwe cukup tergiur dengan Roland JUNO, khususnya yang Stage. Karena pas liat video demo maupun youtube -nya ada fitur live sound tweak, vocoder, dan sound synth yang oke. Gwe belum tau synth laen apa ada yang lebih oke. Karena harganya yang lumayan, dan adanya kebutuhan laen, Gwe harus nabung dulu sebelum bisa beli.
5.    CASIO Mini Keyboard. Pengin punya keyboard portable yang cukup diberi baterai dan bisa dibawa kemana-mana. Soundnya penginnya sih yang  lumayan. Jadi kalau lagi ada ide biar bisa cepet dibikin. Maunya segera beli kalau harganya masih dalam kisaran ratusan ribu.
6.    Belajar Home Recording Program. Kebetulan Senin, 20 Desember 2010 kemaren maen ke Purnomo Music, Semarang. Sedikit ngobrol ama pengajarnya. Kalau jadi pindah kerja ke kota ini, mungkin gwe bakal belajar soal ini (programnya Pro Tools – M-Audio).
7.    Bikin Lagu/Jingle. Enggak perlu yang canggih-canggih banget. Cukup dengan aransemen sederhana, dilengkapi lirik (kalau untuk lagu), seharusnya dengan keyboard yang udah ada dan program komputer yang udah punya, Gwe bisa bikin lagu/jingle. Tinggal niat dan waktunya aja kalau ini. Kalau ada band/solois/radio/tv local, dll yang mau beli kan lumayan buat usaha.
8.    Graphic tablet/Mouse Pen. Kalau ada waktu, pengin juga menyalurkan hobi laen Gwe: ngegambar secara digital.
9.    SONY Handycam w/ Exmor. Kalau ada duit lebih pengin juga punya handycam, khususnya yang punya teknologi: nggak burem/gelap saat di lingkungan gelap/malam. Yang pernah gwe liat hasilnya/promo-nya belum lama ini adalah handycam SONY dengan technology Exmor. Harganya variatif, tergantung tipe-nya tentu saja. Hm.. mesti ngumpulin duit dulu. (Juga untuk Battery cadangan dan tripod).
10.    Bikin Film/Video klip. Ya kalau sudah punya handycam tentu aja harus ada hasilnya. Film/video klip adalah salah satu wujudnya. Usaha yang ada kaitannya dengan hal ini juga bisa jadi pertimbangan.
11.    Bikin Naskah buku. Pengin bisa nulis naskah buku lagi kalau sempet. Bisa fiksi, soal program computer/music, apa aja. Habis itu tentu aja diterbitin. Tergantung kesempatannya, kalau ada penerbit yang mau, silakan, atau kalau masih punya duit, nerbitin sendiri.

Segini dulu deh…
Friday, December 31, 2010 [22:43 WIB
Wednesday, December 22, 2010 [14:33 - 17:02] WIB

Comments

Popular posts from this blog

Tutorial Cara Menghubungkan Keyboard Musik dengan Komputer

Film Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno Bahasa Indonesia

Membantu Operasi Kaki Kucing