Saturday, November 23, 2019

Sinopsis Frozen 2

Hai Netizen,
Kembali bersama Gwe, Yozar. Kali ini dalam pembahasan film animasi Disney terbaru Frozen II. Karena Gwe nontonnya cuman sekali, mungkin nanti ada nama, istilah, adegan yang kelupaan atau nggak urut. Sori kalau salah, dan sori juga isinya spoiler. Udah Gwe peringatin lho ya, yang ga suka bisa tutup tuilisan ini, ganti baca tulisan Gwe yang lain. 
.
Diceritakan bahwa Frozen II ini mengambil waktu 3 (tiga) tahun setelah film yang pertama. Negeri Arandelle, tempat tinggal Ratu Elsa dan Putri Anna sebenarnya dalam keadaan yang damai. Namun tanpa sepengetahuan yang lain, Ratu Elsa memasuki hutan sihir yang disebut sebagai the Enchated Forest. Alasan Elsa ke sana adalah karena mendengar senandung suara yang tidak bisa didengar orang lain. Dia merasa suara itu memanggilnya karena suatu alasan tertentu, yang dirinya belum paham. Namun akibatnya para Roh Alam marah. Cahaya atau Api menghilang dari kota, Tanah bergerak, Angin berhembus kencang. Orang-orang pun keluar rumah ketakutan. Para Troll batu pun menggelinding datang. Tetua Troll, yaitu Grand Pabbie menyampaikan pada Elsa untuk segera pergi ke daerah utara melewati Enchanted Land menuju Unknown guna mengatasi masalah ini, kalau tidak masa depan tak lagi terlihat.
.
Di awal cerita, penonton diperlihatkan mengenai masa lalu Elsa dan Anna ketika masih kecil. Orangtua keduanya yaitu Raja Agnarr dan Ratu Iduna bercerita kepada putri-putrinya mengenai Arandelle di masa lalu, serta keberadaan kaum Northuldra yang tinggal di balik Enchanted Forest. Kaum Northuldra tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan unsur alam, namun mereka hidup bersama Roh Alam. Diceritakan bahwa kakek Elsa, yaitu Raja Runeard, ayah dari Raja Agnarr menawarkan bantuan berupa bendungan untuk kaum Northuldra. Alasannya untuk melindungi hutan tempat tinggal mereka dari ancaman banjir akibat meluapnya sungai. Namun terjadi perselisihan antara pihak Arandelle dan kaum Northuldra, sehingga mereka pun berperang. Akibatnya para Roh alam marah dan menyelimuti Enchanted Forest dengan kabut pekat hingga saat ini. Pangeran Agnarr yang saat itu masih belia, ditolong seseorang, yang kemungkinan adalah gadis dari kaum Northuldra. Cerita ini masih diingat Elsa dan Anna hingga sekarang.
.
Kembali ke Ratu Elsa. Tadinya diahendak ke Enchanted Forest sendiri, namun seperti biasa Anna tidak mau. Anna khawatir bila terjadi sesuatu lagi dengan Elsa. Akhirnya rombongan Elsa, Anna, sang manusia salju Olaf, kekasih Anna yaitu Kristoff dan peliharaannnya si rusa kutub Sven menuju ke sana. Olaf yang sekarang banyak berpikir dan bertanya. Biasanya dia ngomong tentang menjadi dewasa akankah seperti apa.. dan pemikiran lain semacam itu? Lalu Olaf juga memiliki teori bahwa air memiliki ingatan.
.
Sampai di Enchanted Forest, mereka menemukan Hutan diselimuti kabut yang menolak siapapun yang hendak masuk. Orang akan dimentalkan keluar bagai menghantam tembol bantal. Akhirnya dengan sihirnya, Elsa berhasil membuka kabut untuk mereka. Di dalamnya mereka melihat ada empat prasasti batu yang merupakan representasi dari kekuatan alam Angin, Api, Tanah dan Air. Hutan dan daratan dibalik kabut terlihat seperti dalam suasana musim gugur. Warna dedaunannya orange cokelat. Mereka lantas diganggu Roh Angin yang kemudian disebut Gale. Roh Angin tak berwujud namun bisa dirasakan. Kemudian muncul Roh Api yang berwujud kadal salamander yang lucu. Dengan sihir esnya Elsa berupaya memadamkan api dari salamander yang membakar pepohonan. Akibatnya malah muncul patung es yang merupakan representasi kejadian di masa lalu. Hal ini selaras dengan teori Olaf bahwa air memiliki ingatan masa lalu. Tak lama kemudian hadir pasukan Arandalle yang dipimpin Letnan Mattias dan kaum Northuldra yang pimpinan Yelana. Setahu Elsa dan Anna semestinya kedua pasukan yang bertikai tersebut telah menghilang di masa lalu saat pertempuran terjadi. Pertikaian kedua pihak berhenti setelah Elsa dan Anna menjelaskan siapa diri mereka. Bahkan Kaum Northuldra terkejut syal yang dibawa keduanya adalah syal Kaum Northuldra, yang artinya pemilik syal tersebut, gadis yang menyelamatkan Pangeran Agnarr saat pingsan adalah gadis kaum Northuldra. 
.
Di pemukiman kaum Northuldra, yang berupa tenda-tenda mereka sempat melihat Raksasa Roh Tanah yang berjalan melintas. Kalau di mitologi eropa, biasanya raksasa tanah disebut Golem. Namun tidak ada masalah, kondisi aman. Ada adegan lucu dimana Kristoff ingin sekali melamar Anna, dan berkali-kali berusaha, namun gagal. Pada akhirnya Elsa memilih untuk menuju ke Utara ke daerah yang disebut Atoholan sendiri. Dia mengusir Anna dan Olaf hingga adiknya itu tersesat di aliran sungai.
.
Selanjutnya Elsa berusaha menuju utara dengan menyeberang laut dengan mengubah air menjadi es agar bisa ditapakinya. Usahanya bukan tanpa halangan. Roh Air yang berwujud kuda berupaya menghalangi Elsa, diantaranya dengan menghadirkan ombak laut yang ganas, dan berbagai serangan lainnya. Namun akhirnya berkat kegigihannya, Elsa bisa menguasai makhluk itu. Elsa mengikat tali sihir ke moncong kuda Roh Air, sehingga ia bisa dikendalikan. Bahkan selanjutnya dengan mengendarai Kuda Roh Air, Elsa bergerak menuju tempat di daerah Utara yang disebut Athohalan. Sementara itu dalam perjalanan terusirnya, Anna sempat berpapasan dengan kawanan Raksasa Tanah yang tidur di sungai dan sampai ke semacam gua.
.
Elsa sempat menemukan reruntuhan kapal kerajaan Arandelle yang dikendarai ayah dan ibunya. Di sini terungkap bahwa Raja Agnarr dan Ratu Iduna berupaya menuju Athohalan guna menyembuhkan atau mengetahui asal kekuatan sihir Elsa. Elsa lalu menyadari bahwa ibunyalah gadis yang menyelamatkan Pangeran Agnarr saat pingsan, dan dia berasal dari Kaum Northuldra. Dari sini akhirnya bisa diketahui bahwa asal kekuatan Elsa berasal dari mana. Dia adalah keturunan Kaum Northuldra.
.
Elsa akhirnya sampai di Athohalan, wujudnya adalah semacam pulau es kecil. Anna kembali mendengar suara yang memanggilnya dan masuk ke dalam pulau. Ia melihat di dalam terdapat pendar warna-warni, dan kekuatan Anna sebagai Roh kelima, alias penyatu dari kekuatan Angin, Api, Air dan Tanah, muncul sehingga penampilannya berubah. Anna teringat dengan teori Olaf yang menyatakan air memiliki ingatan, dan ia pun mulai menggunakan sihirnya. Berbagai gambaran kejadian di masa lalu pun muncul. Salah satunya adalah kenyataan bahwa ternyata kakeknyalah yaitu Raja Runeard yang jahat. Kenyataannya dia menjebak kaum Northel dengan membangun bendungan. Akibatnya pengairan pertanian mereka mampet, dan Raja Runeard hendak membunuh pimpinan Northuldra. Akibatnya roh-roh pun marah dan menyebabkan Enchanted Forest diselimuti kabut mistis. Elsa yang terkejut dan mungkin karena kekuatan lain, tubuhnya malah jadi membeku. Namun sebelumnya dia sempat mengirimkan pesan sihir ke Anna.
.
Pesan sihir Elsa sampai ke tempat tersesatnya Anna. Akibat Elsa yang membeku, maka kekuatan sihirnya pun menghilang. Olaf pun memudar lenyap. Anna lalu berusaha keluar dari tempat itu. Gadis itu memahami pesan Elsa lalu memancing para Golem Roh Tanah ke arah bendungan. Tadinya Letnan Mattias dan pasukannya hendak menghadang, namun setelah Anna menjelaskan bahwa yang berkhianat adalah Raja Runeard dan kelangsungan hidup kaum Nortthuldra harus mendapat pengairan, mereka malah mendukung. Pasukan Arandelle ini membuat bebunyian dari tameng dan pedang untuk menarik perhatian Golem. Serangan batu meluncur dan menghancurkan bendungan. Ketika Anna nyaris jatuh, Kristoff datang menolongnya bersama Letnan Mattias.
.
Gelombang air yang besar meluncur menuju istana dan Kota Arandelle yang ada di tepian laut. Kalau sampai terhantam, akan ada banyak bangunan hancur. Akan tetapi, begitu Northuldra diari air dan Enchanted Forest terbebas dari kabut, Elsa kembali. Gadis itu lalu menggunakan kekuatannya untuk menghadang gelombang pasang, dan memukulnya mundur. Di sela situasi gawat ini, Kristoff menyampaikan lamarannya pada Anna dan diterima dengan suka cita.
.

Sebagai Ending, Anna lalu dilantik sebagai Ratu Arandelle yang baru karena Elsa memilih untuk hidup di alam bersama para roh.
.
Oke genks, secara cerita sih menurut Gwe cukup simple. Meskipun ada sejumlah kendala yang harus dihadapi para protagonis, namun tidak ada ancaman yang sangat besar. Karena di cerita Frozen yang kedua ini tidak ada sosok antagonis yang harus dilawan saat ini. Baik Elsa maupun Anna memang harus menghadapi para Roh Alam, namun pada dasarnya mereka bukan sosok jahat. Kemudian yang akhirnya terungkap bahwa kakek Elsa dan Anna, yaitu Raja Runeard melakukan pengkhianatan pada kaum Northuldra. Bukan berarti Elsa harus melawannya atau rohnya, karena beliau sudah meninggal, tidak ada lagi. Tindakan pengkhianatan itu terjadi di masa lalu. Jadi dari sisi greget memang tidak seseru film Frozen 1. Namun cara bercerita ini, yaitu mengungkap kesalahan oleh leluhur yang terjadi di masa lalu, kemudian memperbaikinya di masa kini, Gwe rasa cukup menarik.
.
Yang agak kurang lainnya adalah dari segi soundtrack. Lagu “Let It Go” sangat melegenda. Baik dari sisi musik maupun lirinya sangat ear catchy. Terlebih lagi dengan kampanye penerjemahan lagu tersebut ke kurang lebih 25 bahasa, jadi semakin terasa keren. Lagu “Into the Unknown” di film Frozen 2 yang dimunculkan dua kali, yaitu oleh Idina Menzel sebagai Elsa di tengah film, dan di ending oleh “Panic! At The Disco” cukup asyik, terlebih dengan suara vokal pitch yang tinggi, tapi secara nada agak kurang khas di kuping Gwe. Liriknya juga kurang meresap dibanding “Let It Go”. Lagu-lagu lainnya juga kurang begitu asyik. Satu lagi yang cukup menarik menurut Gwe acapella yang liriknya ya ya eya kayak lagu etnis gitu.
.
Sebaliknya dari sisi animasi dan efek visual Gwe terpukau. Ornamen atau seperti ukiran simbol salju di tubuh Olaf terlihat alami. Bentuk air, angin, dan berbagai material lainnya menurut Gwe almost perfect. Beautiful. Gerakan animasi juga terlihat alami. Jadi secara kesuluruhan Frozen 2 ini masih layak tonton. Aman buat anak-anak, dan untuk orang dewasa juga nggak masalah. Cukup seru untuk dinikmati.
.
Oke genks segitu aja ya dari Gwe. Terima kasih udah baca tulisan ini. Sering-sering berkunjung ke blog ini ya... See ya..

0 komentar:

Post a Comment

0 komentar:

Post a Comment