Skip to main content

Hal-hal Kurang Menyenangkan di Dunia Menulis



Saat kamu denger nama penulis besar seperti JK Rowling, Dan Brown, Raditya Dika atau atau yang lagi happening dengan “Dilan” nih, yaitu Pidi Baiq mungkin kamu pengin ikutan jadi Penulis. Pengin jadi Kaya, terkenal, karya disukai banyak orang. Emang jadi penulis seenak itu? Sebelum kamu memutuskan jadi penulis, pikirin baik2 dulu deh. Gwe kasih beberapa pertimbangan berikut ini biar kamu tahu nggak asyiknya jadi penulis:

1.         Menulis itu Ngebosenin
Nulis itu identik dengan banyak mikir. Kamu harus meluangkan waktumu untuk berada di depan komputer, laptop ataupun smartphone untuk menuangkan gagasan. Kalau cuma kasih waktu 5-10 menit, hasilnya ga akan maksimal. Ujung-ujungnya malah kamu lupa dengan ceritamu. Penulis beneran ya harus tahan berjam-jam untuk fokus ngegarap cerita kamu. Biar nggak putus nyambung dan segera selesai. Buat yang ga biasa atau semangatnya setengah-setengah ya nulis jadi ngebosenin. Kok ga kelar-kelar. Karena itu nulis kudu konsisten. Selalu siapkan semangatmu.
2.         Nulis Fiksi pun Harus Logis
Oke, lu emang bikin cerita fiksi, yang tentunya khayal atau berasal dari imajinasi. Bahkan mungkin ceritanya fantasi. Sekhayal apapun ceritamu, ga akan mungkin kamu bisa lepas dari logika. Contohnya Superman, dia bisa terbang. Masak manusia bisa terbang. Khayal kan? Nah gimana biar bisa masuk akal. Oh jadi Superman ini aslinya bukan manusia Bumi, tapi dari Planet Kripton yang gravitasinya beda dengan Bumi, sehingga manusia Krypton ketika di Bumi, seolah dia punya kekuatan super. So, mau ga mau kamu perlu bikin logika cerita yang membuat pembacamu yakin.

3.         Ribet Sama Referensi
Biar latar belakang cerita novelmu meyakinkan, biar karakternya kayak ada beneran orangnya di dunia nyata, serta data-datanya akurat, maka mau ga mau referensi untuk tulisanmu harus update dan faktual. Kamu harus bisa menemukan isu terbaru, khususnya bila ceritamu tentang masa kini. Sama juga untuk cerita zaman dulu, datanya harus bener-bener dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Caranya gimana? Ya banyak baca buku, jurnal imiah, informasi terkini, lalu wawancara dengan narasumber yang kompeten. Lebih bagus lagi kalau bisa mengalami sendiri, atau punya pengalaman menyangkut hal yang ni.

4.         Royalti Kecil
Royalti itu ibaratnya gaji buat penulis. Pernah denger berita tentang curhatan royalti penulis Tere Liye kan? Yak bener banget, royalti penulis itu cuman 10 persen dari harga buku. Dan itu pun masih dipotong pajak sekitar 15 persen. Contohnya ini ya, harga bukumu 50.000 berarti royaltinya adalah 10 persennya, yaitu 5.000 dikurangi pajak 15 persen, yaitu 750. Berarti gaji yang kamu terima adalah 4.250 per buku. Ya kalau bisa terjual ratusan ribu kopi. Nah kalau yang kejual cuman 100. Ya royaltimu paling 42.500 rupiah cui. Masih mau jadi penulis?

5.         Bayaran Nggak Tetap
Jangan bayangin Royalti itu kayak gaji yang dibayarkan sebulan sekali. Karena penjualan buku nggak bakal selaris bakso yang tiap hari dikonsumsi orang, maka royalti pun nggak bisa diitung setiap hari. Setiap bulan sekali pun hampir nggak mungkin. Karena buku tersebar di berbagai toko buku, mungkin seluruh Indonesia, maka perhitungan penjualannya pun bertahap. Kudu direkap dulu oleh buku, dilaporkan ke penerbit. Udah sampai penerbit, diitung berapa bagian buat penulis, baru laporan diberikan dan royalti pun dibayarkan. Umumnya penerbit ngasih laporan dan royalti enam bulan sekali ke penulis. Wah selama enam bulan penulis makan apa ya kalau nggak gajian?

6.         Buku Nggak Laku
Masih ada hubungannya ama royalti nih. Udah capek-capek nulis, ternyata nggak banyak orang yang mau beli maupun baca buku. Sekarang jamannya internet. Apa-apa mudah diakses pake hape. Mana mau orang keluar duit buat buku. Udah tebel, berat, trus harus bayar lagi. Umumnya orang Indonesia kan pelit, khususnya buat beli buku. Kalau beli kopi seharga lima puluh rebu aja rela. Hanya segelintir buku populer saja yang orang mau beli. Yang terkenal penulisnya, udah jadi film, atau dibesarkan dan dihebohkan media massa.

7.         Dianggap Aneh
Beda ama pemain band atau penyanyi yang populer dan dielu-elukan penggemarnya, penulis identik dengan sosok yang ga gaul, pendiam dan aneh. Penulis ga kayak orang normal yang suka nongkrong bareng buat ngabisin waktu dan ngomong kosong. Orang belum tentu mau ikut-ikutan berpakaian atau berbicara dengan gaya seorang penulis, seperti yang mereka tiru dari artis lain.

So, itulah, tujuh alasan buat masukkan kamu sebelum memilih profesi sebagai penulis, khususnya penulis novel. Ternyata nggak enak dan nggak gampang to jadi penulis? Tapi toh ada juga penulis yang populer, kaya raya, dan hidup senang. Jadi, apa keputusanmu?

Comments

Popular posts from this blog

Piramida Terbalik: Cara Jitu Membuat Artikel Menarik

Sebuah artikel yang baik haruslah padat dan informatif. Bukan malah bertele-tele, berputar-putar, atau malah diulang-ulang. Padahal sejak SD, kita sudah diajarkan menulis. Namun untuk bisa membuat tulisan yang terstruktur, menarik, dan enak dibaca memang ada suatu teknik khusus. Dalam dunia kewartaan teknik tersebut dikenal dengan istilah Piramida Terbalik , yang dilengkapi dengan rumus 5W+1H dalam menulis sebuah berita. Apa sih maksudnya? Tentu saja hal ini bukan mengenai suatu bangunan antik dari negeri Mesir, tetapi istilah ini untuk menggambarkan bagaimana cara kita menulis. Kalau Anda melihat piramida, bentuknya mirip dengan segitiga. Bagian atasnya adalah puncak, makin ke bawah makin lebar. Namun kalau piramida atau segitiga ini posisinya kita balik, terlihat bahwa bagian paling atas yang lebar atau luas, terus mengecil ke bawah menjadi titik runcing. Serupa dengan bentuk segitiga terbalik tersebut, suatu artikel akan lebih terstruktur apabila di bagian awal atau ...

Antarkan Kebaikan dengan Jasa Pengiriman Paxel, dan Dapatkan Saldo Ratusan Ribu Rupiah

Meskipun jual-beli online udah cukup lama ada di Indonesia dan jadi budaya, Gwe sendiri masih belum banyak manfaatin. Biasanya sih sebagai pembeli yang tahunya order barang dan berharap pesanan cepat sampai dan barang dalam kondisi baik. Gak peduli jasa pengiriman yang dipakai apa, entah itu yang BUMN atau swasta. Kayaknya sih sama aja, rata-rata butuh beberapa hari waktu pengiriman. Kalau mau ekspedisi yang ekspres, besok hari nyampe, bayarnya lebih mahal. Pernah sih Gwe pakai jasa pengiriman, namun yang paling banter buat nganter surat atau dokumen. Kalau barang lain sepertinya belum. Mungkin nanti kalau Gwe udah mulai jualan online kaos lucu atau barang lain. Namun ternyata ada Jasa Pengiriman baru yang beda nih. Katanya dia bisa kirim dan sampai same day , alias di hari yang sama, namanya Paxel . Wah masak iya bisa sih? Gwe perlu ngebuktiin nih. Gwe pun dateng ke acara Blogger Gathering Paxel pada hari Kamis, 22 November  2018 di Hans Kopi jalan Veteran, Semarang. Acar...

Kamen Rider Zeztz Episode 30 Preview: Antara Keluarga dan Mimpi Buruk

Serial Kamen Rider Zeztz semakin mendekati puncak konflik emosionalnya. Memasuki episode 30, cerita tidak lagi sekadar pertarungan antara Rider dan Nightmare—melainkan pertarungan batin yang jauh lebih dalam: tentang kepercayaan, identitas, dan arti keluarga. ## 💔 Pengkhianatan yang Menghancurkan Episode ini akan menyoroti hubungan kompleks antara Baku dan Minami. Selama ini, Minami (Yagi Miki) dikenal sebagai adik dari Baku. Namun kenyataan pahit terungkap—Minami ternyata adalah agen dari organisasi misterius CODE. Fakta ini menghancurkan kepercayaan Baku. Sebagai pengingat, organisasi CODE dalam seri ini merupakan kelompok rahasia yang beroperasi di dunia mimpi untuk melawan makhluk bernama Nightmare, namun sering menggunakan metode yang kejam dan manipulatif. Ketika Baku mengetahui kebenaran ini, emosinya memuncak: * kecewa karena merasa dibohongi, * marah karena hubungan keluarga ternyata hanya ilusi, * dan bingung karena perasaannya terhadap Minami tetap tidak berubah. Di sinilah...